Adzan — Seruan untuk Shalat
Adzan adalah seruan yang dikumandangkan untuk memberitahu kaum Muslimin bahwa waktu shalat telah tiba dan mengajak mereka untuk melaksanakan shalat berjamaah. Adzan merupakan salah satu syiar Islam yang paling agung dan menjadi ciri khas peradaban Muslim di seluruh dunia.
Sejarah Disyariatkannya Adzan
Adzan disyariatkan pada tahun pertama atau kedua Hijriah. Awalnya para sahabat berdiskusi tentang cara memanggil orang-orang untuk shalat. Ada yang mengusulkan membunyikan lonceng seperti orang Nasrani, ada pula yang mengusulkan meniup terompet seperti orang Yahudi. Kemudian Abdullah bin Zaid Al-Anshari radhiyallahu 'anhu bermimpi dan dalam mimpinya ia diajarkan lafaz-lafaz adzan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenarkan mimpi itu dan memerintahkan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan adzan karena suaranya yang merdu dan lantang.
Lafaz Adzan
Lafaz adzan yang masyhur sesuai sunnah adalah: Allahu Akbar (4 kali), Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali), Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali), Hayya 'alash shalah (2 kali), Hayya 'alal falah (2 kali), Allahu Akbar (2 kali), La ilaha illallah (1 kali). Untuk adzan Subuh ditambahkan: Ash-shalatu khairun minan naum (2 kali) setelah hayya 'alal falah. Adzan ini memiliki makna yang sangat dalam: mengagungkan Allah, bersaksi atas keesaan-Nya dan kerasulan Nabi Muhammad, serta mengajak manusia menuju keberuntungan dunia dan akhirat.
Hukum Adzan dan Iqamat
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum adzan. Jumhur ulama (Malikiyah, Syafi'iyah, dan sebagian Hanabilah) berpendapat bahwa adzan hukumnya fardhu kifayah bagi komunitas Muslim. Sebagian ulama lainnya berpendapat sunnah muakkadah. Adapun iqamat, sebagian besar ulama berpendapat hukumnya fardhu kifayah atau sunnah muakkadah bagi shalat berjamaah. Keduanya merupakan syiar Islam yang sangat ditekankan dan tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan.
Adab Mendengarkan Adzan
Ketika mendengar adzan, seorang Muslim dianjurkan untuk mengulangi setiap kalimat adzan yang didengarnya, kecuali ketika muazin mengucapkan hayya 'alash shalah dan hayya 'alal falah, maka pendengar mengucapkan: La hawla wa la quwwata illa billah. Setelah adzan selesai, dianjurkan membaca shalawat atas Nabi lalu berdoa dengan doa yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda bahwa doa antara adzan dan iqamat tidak ditolak.
Syarat Muazin yang Baik
Seorang muazin hendaknya memiliki kriteria tertentu. Di antaranya adalah Muslim, baligh dan berakal, memiliki suara yang keras dan merdu, amanah dan dapat dipercaya untuk mengumandangkan adzan tepat waktu, menghadap kiblat saat adzan, dan memalingkan kepala ke kanan saat mengucapkan hayya 'alash shalah serta ke kiri saat mengucapkan hayya 'alal falah.
Adzan bukan sekadar seruan ritual, melainkan pengingat agung bahwa segala urusan dunia hendaknya dihentikan sejenak untuk menyambut panggilan Allah. Setiap kalimat adzan mengandung makna tauhid yang mendalam dan menjadi dakwah yang terus bergema sepanjang zaman.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Five Pillars of Islam
The fundamental acts of worship that form the foundation of Muslim life: Shahada, Salah, Zakat, Sawm, and Hajj.
Salah — The Islamic Prayer
The five daily prayers: their times, conditions, pillars, obligations, and recommended acts according to all four madhabs.
Zakat — Obligatory Charity
The third pillar of Islam. Who must pay, what is owed, the eight categories of recipients, and calculation methods.
Fasting in Ramadan
The rules of fasting: who must fast, what breaks the fast, exemptions, and the spiritual dimensions of Sawm.