Malaikat dalam Islam
Beriman kepada malaikat (mala'ikah) adalah rukun iman yang kedua. Malaikat diciptakan dari cahaya, sebagaimana Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam) bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang tidak berasap, dan Adam diciptakan dari apa yang telah digambarkan kepada kalian" (Shahih Muslim). Mereka adalah hamba-hamba Allah yang mulia yang tidak mendurhakai-Nya dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka: "Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Al-Quran 66:6).
Jibril (Jibra'il) adalah malaikat paling mulia, yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi. Ia disebut "Ruh al-Qudus" dan "Ruh al-Amin" dalam Al-Quran. Mikail bertanggung jawab atas hujan dan tumbuh-tumbuhan. Israfil akan meniup sangkakala pada Hari Kiamat. Malak al-Mawt (Malaikat Maut) mencabut nyawa. Malik adalah penjaga neraka, dan Ridwan adalah penjaga surga. Munkar dan Nakir bertugas menginterogasi manusia di dalam kubur.
Malaikat memiliki sifat-sifat yang unik: mereka tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak memiliki jenis kelamin. Mereka mampu mengambil berbagai rupa, termasuk rupa manusia. Jibril pernah menemui Nabi dalam rupa seorang lelaki berpakaian putih bersih untuk mengajarkan rukun Islam, Iman, dan Ihsan (hadis Jibril yang masyhur). Malaikat memiliki sayap, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran: "Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap" (Quran 35:1).
Setiap manusia didampingi oleh malaikat yang bertugas mencatat amal. Mereka disebut Kiraman Katibin: "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Quran 82:10-12). Yang di kanan mencatat kebaikan, yang di kiri mencatat keburukan.
Malaikat juga berperan dalam kehidupan dunia dengan cara-cara yang tidak terlihat: mereka memohonkan ampun bagi orang-orang beriman, mendampingi manusia ketika membaca Al-Quran, hadir dalam majelis-majelis ilmu dan dzikir, serta mendoakan orang-orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan sang saudara. Keyakinan kepada malaikat bukan sekadar dogma, melainkan mendorong seorang Muslim untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa karena menyadari kehadiran makhluk-makhluk mulia yang mencatat setiap amalnya.
References in This Article
Related Articles
The Six Pillars of Iman (Faith)
The articles of faith in Islam: belief in Allah, His Angels, His Books, His Messengers, the Last Day, and Divine Decree.
Tawhid — Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk — Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah — Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.