Perang Ain Jalut (1260 M)
Krisis yang Tampak Tak TeratasiPada tahun 1260 M, bangsa Mongol telah menghancurkan Baghdad (1258 M), memusnahkan Khilafah Abbasiyah, dan maju melalui Suriah. Aleppo dan Damaskus jatuh. Yerusalem berada dalam jangkauan. Para raja Salib di pantai bahkan bernegosiasi dengan Mongol, melihat mereka sebagai sekutu potensial melawan Islam. Tampaknya hanya tinggal masalah waktu sebelum Mesir dan sisa dunia Islam ikut hancur.
Pasukan MamlukMamluk — prajurit-budak yang telah mengambil alih Mesir dan menjabat sebagai penguasanya — adalah salah satu kekuatan militer paling terlatih di dunia pada masanya. Sultan Qutuz, penguasa Mamluk saat itu, menyadari bahwa Mesir adalah benteng terakhir yang harus dipertahankan. Ia berhasil mengumpulkan dan memotivasi pasukan yang sempat terpecah oleh perselisihan internal, termasuk mendamaikan sementara waktu rivalnya, Baybars al-Bunduqdari, seorang jenderal berbakat yang kemudian memainkan peran kunci dalam pertempuran yang menentukan ini.
Pertempuran di Ain JalutPada tanggal 3 September 1260 M, kedua pasukan bertemu di Lembah Jezreel, Palestina, di dekat mata air yang dikenal sebagai Ain Jalut (Mata Air Goliat). Baybars menggunakan taktik umpan yang brilian: ia menyerang garis depan Mongol, kemudian pura-pura mundur untuk menarik pasukan Mongol ke medan yang telah disiapkan. Ketika Mongol mengejar dan masuk ke dalam kepungan, pasukan utama Mamluk yang tersembunyi di perbukitan menyerbu dari berbagai arah. Komandan Mongol Kitbuqa terbunuh dalam pertempuran ini, dan pasukannya kocar-kacir melarikan diri ke utara.
Signifikansi Sejarah yang MendalamKemenangan Ain Jalut adalah salah satu titik balik terpenting dalam sejarah dunia. Untuk pertama kalinya, ekspansi Mongol yang tampak tak tertahankan dihentikan secara permanen di medan perang. Mesir, Hejaz (termasuk Makkah dan Madinah), dan Afrika Utara diselamatkan dari kehancuran yang sama dengan yang menimpa Persia dan Irak. Sultan Qutuz dan Baybars kemudian merebut kembali Suriah dari tangan Mongol secara bertahap. Kemenangan ini juga mengokohkan kedudukan Mamluk sebagai pelindung utama Sunni Islam selama lebih dari dua abad berikutnya, menjadi warisan yang dikenang sepanjang masa dalam sejarah peradaban Islam.
References in This Article
Quran
Hadith Collections
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.