Fitrah: Kecenderungan Alami Menuju Kebenaran
Fitrah adalah konsep Islam tentang sifat primordial yang dibawa setiap manusia sejak lahir โ kecenderungan bawaan untuk mengenal Allah dan condong kepada kebenaran, kebaikan, dan moralitas. Nabi SAW bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (Bukhari). Hadits ini menetapkan Islam โ dalam arti luas berserah diri kepada Allah โ sebagai kondisi default manusia, bukan akuisisi kemudian.
Perjanjian Primordial
Al-Quran menggambarkan perjanjian yang diambil dari semua jiwa manusia sebelum kelahiran mereka: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (7:172). Perjanjian ini menjelaskan mengapa manusia secara universal merasakan dorongan menuju transenden โ bahkan di antara mereka yang mengingkari atau menekan kecenderungan itu.
Fitrah dan Keingkaran
Jika fitrah adalah kecenderungan alami menuju Allah, mengapa begitu banyak manusia yang tidak percaya atau menyembah selain Allah? Para ulama menjelaskan bahwa fitrah bisa dikaburkan atau ditekan melalui lingkungan (seperti yang Nabi ๏ทบ sebutkan โ orang tua mengubah anak), dosa yang menumpuk, keterlampaan duniawi, atau pengaruh budaya. Namun tidak pernah benar-benar terhapus โ itulah mengapa orang yang sangat jauh dari Allah pun sering kembali kepada-Nya dalam krisis ekstrem.
Fitrah dan Moral Universal
Fitrah juga menjelaskan mengapa nilai-nilai moral tertentu โ kejujuran, keadilan, kasih sayang, rasa terima kasih โ muncul secara universal di semua budaya manusia. Ini bukan kebetulan โ itu adalah refleksi dari fitrah bersama. Islam tidak mengklaim bahwa kebaikan hanya dimiliki Muslim; ia mengklaim bahwa semua kebaikan berakar pada fitrah ilahi yang Allah tanamkan dalam setiap manusia.
Menjaga Fitrah
Para ulama menekankan pentingnya menjaga fitrah melalui: iman yang dijaga dengan ibadah rutin; menghindari dosa yang menggelapkan hati; memilih lingkungan yang menguatkan kecenderungan spiritual; menjauhkan anak-anak dari pengaruh yang akan mengaburkan fitrah mereka. Lima praktik fitrah yang disebutkan Nabi ๏ทบ โ khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak โ adalah simbol dari pemeliharaan kesucian lahiriah yang mencerminkan kesucian batiniah.
References in This Article
Related Articles
The Six Pillars of Iman (Faith)
The articles of faith in Islam: belief in Allah, His Angels, His Books, His Messengers, the Last Day, and Divine Decree.
Tawhid โ Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk โ Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah โ Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.