Gerakan Reformasi Islam Modern
Salafiyah dan WahabiyahPada abad ke-18, Muhammad ibn Abd al-Wahhab (1703-1792 M) di Arabia menginisiasi gerakan yang berupaya memurnikan Islam dari apa yang ia anggap sebagai inovasi dan takhayul yang terakumulasi selama berabad-abad. Aliansnya dengan Muhammad ibn Saud menciptakan fondasi bagi negara Saudi Arabia modern. Gerakannya — sering disebut Wahabiyah oleh para pengkritik atau Salafiyah oleh para pendukungnya — menekankan kembali kepada Al-Quran dan Hadits yang dipahami secara harfiah, menolak praktik-praktik seperti ziarah kubur dan tasawuf yang ia pandang sebagai bid'ah (inovasi yang terlarang).
Gerakan Modernisme Islam di Abad ke-19Di luar Arabia, abad ke-19 melahirkan gerakan modernisme Islam yang berbeda pendekatannya. Jamal al-Din al-Afghani (1838-1897 M) berpendapat bahwa dunia Muslim harus merespons tantangan Barat bukan dengan penolakan, melainkan dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern sambil mempertahankan inti Islam. Muridnya, Muhammad Abduh (1849-1905 M), berusaha menafsirkan ulang fiqih Islam agar relevan dengan kehidupan modern. Mereka menekankan ijtihad (penalaran independen) dan menentang taklid buta kepada mazhab lama tanpa mempertimbangkan konteks baru.
Gerakan Deobandi dan BarelwiDi anak benua India, dua gerakan besar muncul sebagai respons terhadap kolonialisme Inggris. Gerakan Deobandi, yang didirikan di Darul Ulum Deoband pada tahun 1867 M, menekankan pendidikan Islam tradisional, menolak praktik-praktik yang dianggap bid'ah, dan mendukung pergerakan kemerdekaan India. Gerakan Barelwi, yang dikaitkan dengan Ahmad Raza Khan (1856-1921 M), mempertahankan praktik-praktik tasawuf tradisional termasuk peringatan maulid dan penghormatan kepada wali, sambil tetap mengklaim berbasis pada Ahl us-Sunnah wal-Jama'ah.
Ihya dan Pembaruan KontemporerPada abad ke-20, berbagai gerakan pembaruan terus berkembang di seluruh dunia Muslim. Ikhwanul Muslimin di Mesir (didirikan 1928 M oleh Hasan al-Banna) menekankan kebangkitan Islam melalui dakwah sosial, pendidikan, dan keterlibatan politik. Jama'at-e-Islami di Pakistan (didirikan 1941 M oleh Abul Ala Maududi) mengembangkan ideologi Islam yang komprehensif mencakup aspek politik dan ekonomi. Di tengah keragaman pendekatan ini, semua gerakan berbagi keyakinan bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang lengkap dan bahwa pembaruan umat adalah kewajiban agama yang mendesak dan tak terelakkan.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.