Jahannam — Neraka
Jahannam (Neraka) adalah tempat siksaan yang Allah ancamkan bagi mereka yang ingkar dan yang berbuat kerusakan. Al-Quran menggambarkannya sebagai peringatan yang berulang kali, menyerukan manusia untuk takut kepada Allah dan berubah sebelum terlambat. Nabi (shallallahu alaihi wa sallam) bersabda: "Api neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga menjadi merah, kemudian dinyalakan lagi seribu tahun hingga menjadi putih, kemudian dinyalakan lagi seribu tahun hingga menjadi hitam — ia hitam legam" (Tirmidzi).
Para ulama menyebutkan tujuh tingkatan neraka berdasarkan Al-Quran. Jahannam adalah nama umum dan juga tingkatan pertama. Laza adalah api yang berkobar-kobar. Al-Huthamah adalah api yang menghancurkan. Al-Sa'ir adalah api yang menyala-nyala. Al-Saqar disebutkan dalam Surah al-Mudatstsir. Al-Jahim adalah tempat siksaan para pendosa besar. Al-Hawiyah adalah yang paling dalam, khusus untuk kaum munafik dan orang-orang yang paling jahat.
Siksaan di neraka digambarkan dengan sangat terperinci dalam Al-Quran dan Sunnah. Kulitnya dibakar kemudian diganti dengan kulit baru agar siksaan tidak pernah berhenti (Quran 4:56). Air panas mendidih dituangkan ke atas kepala mereka hingga mencairkan isi perut dan kulit mereka (Quran 22:19-20). Makanan mereka adalah zaqqum — pohon berduri yang tumbuh dari dasar neraka — dan minuman mereka adalah nanah dan air yang sangat panas. Mereka dikurung dalam belenggu dan rantai.
Salah satu pertanyaan teologis yang banyak dibahas ulama adalah tentang kekekalan neraka. Ahl us-Sunnah bersepakat bahwa neraka adalah kekal bagi orang-orang kafir. Adapun Muslim yang masuk neraka karena dosa-dosa besar (bukan karena kekafiran) akan dikeluarkan setelah menjalani hukuman sesuai dosa mereka, berkat syafaat Nabi dan rahmat Allah. Tidak ada seorang pun yang beriman sebesar biji sawi akan kekal di neraka.
Gambaran neraka dalam Islam bukan dimaksudkan untuk menimbulkan putus asa, melainkan sebagai peringatan yang penuh kasih sayang agar manusia segera bertobat sebelum pintu tobat tertutup. Allah berfirman: "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri: Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya" (Quran 39:53). Jahannam adalah realitas yang harus diimani, namun motivasi utama seorang Muslim beribadah seharusnya adalah cinta dan pengagungan kepada Allah, bukan semata rasa takut.
References in This Article
Related Articles
The Six Pillars of Iman (Faith)
The articles of faith in Islam: belief in Allah, His Angels, His Books, His Messengers, the Last Day, and Divine Decree.
Tawhid — Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk — Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah — Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.