Khadijah binti Khuwaylid: Mukmin Pertama
Di antara semua wanita dalam sejarah Islam, Khadijah binti Khuwaylid menempati posisi kehormatan yang istimewa. Ia adalah orang pertama — laki-laki maupun perempuan — yang menerima risalah Islam. Ia adalah pendukung terbesar Nabi ﷺ di saat-saat paling rentan beliau. Ia adalah seorang pedagang sukses yang kecakapan bisnisnya memungkinkan kehidupan mandiri yang luar biasa dalam masyarakat yang membatasi sebagian besar perempuan pada peran domestik. Dan ia adalah, berdasarkan kesaksian Nabi ﷺ sendiri, salah satu dari empat wanita terhebat yang pernah hidup.
Kehidupan Awal dan Karier Bisnis
Khadijah lahir sekitar tahun 555 M di Makkah, dari keluarga Quraisy yang terhormat. Setelah kematian suami pertama dan keduanya, ia mengambil alih bisnis keluarga dan mengembangkannya menjadi salah satu perusahaan perdagangan paling sukses di Makkah. Di Jazirah Arab kuno, di mana perempuan jarang memiliki kemandirian ekonomi, Khadijah mempekerjakan agen-agen perjalanan untuk mengawasi karavan dagangnya ke Yaman di selatan dan Syam di utara.
Pernikahan dengan Nabi
Khadijah mempekerjakan Muhammad sebagai agen karavan ke Syam, mendengar laporan tentang kejujuran dan ketepercayaan beliau yang luar biasa. Terkesan dengan karakternya, ia mengusulkan pernikahan melalui seorang perantara. Pada saat menikah, Khadijah berusia sekitar 40 tahun dan Muhammad berusia 25 tahun. Nabi menolak menikahi perempuan lain selama Khadijah masih hidup — sebuah komitmen yang unik di mana poligami adalah norma. Mereka memiliki enam anak bersama: dua putra (yang keduanya meninggal saat masih bayi) dan empat putri.
Dukungan dalam Wahyu Pertama
Ketika Nabi menerima wahyu pertama di Gua Hira dan kembali dalam keadaan gemetar dan takut, Khadijah merangkulnya, menenangkannya, dan mengatakan kata-kata yang paling terkenal dalam sejarah Islam awal: "Demi Allah, Allah tidak akan pernah mempermalukanmu. Engkau menghubungkan silaturahmi, engkau berkata benar, engkau menanggung beban orang lain, engkau membantu orang miskin, dan engkau menjamu tamu dan membantu dalam perkara kebenaran." Ia membawanya kepada sepupunya Waraqah ibn Nawfal, seorang Nasrani terpelajar yang mengkonfirmasi bahwa Muhammad adalah seorang nabi. Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam, dan keimanannya kepada Nabi tidak pernah goyah.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.