Maryam: Ibu Terhormat Nabi Isa
Maryam binti Imran menempati posisi yang unik dalam Islam. Dia adalah satu-satunya wanita yang disebutkan namanya dalam Al-Quran. Sebuah surah utuh โ Surah Maryam, surah ke-19 โ menyandang namanya. Allah menggambarkan dia sebagai dipilih dan dimurnikan di atas semua wanita di zamannya: "Dan ketika para malaikat berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu dan melebihkanmu di atas seluruh wanita di alam ini." (3:42). Peran dan statusnya dalam Islam berbeda dari Kekristenan tetapi tidak kurang dihormati โ dia adalah insan suci, Nabi menurut beberapa ulama, dan model kesalehan bagi seluruh umat Islam.
Pengabdian sejak Masa Kanak-Kanak
Ibu Maryam menazhirkan anak yang dikandungnya untuk pengabdian kepada Allah sebelum kelahirannya. Ketika Maryam lahir โ sang ibu mengharapkan anak laki-laki โ ibunya tetap memenuhi nazhirnya, membawa Maryam ke Baitul Maqdis dan menyerahkan pengasuhannya kepada Zakariya. Di dalam mihrab Maryam, Zakariya menemukan buah-buahan segar yang tidak ada musimnya: "Setiap kali Zakariya masuk ke mihrab menemuinya, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata: Wahai Maryam, dari mana kamu mendapatkan ini? Dia berkata: Ini dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab." (3:37). Karomah ini menegaskan status khususnya di sisi Allah.
Berita Gembira tentang Isa
Malaikat Jibril datang kepada Maryam dalam wujud manusia yang sempurna. Dia memberi kabar bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya seorang putra yang suci. Maryam heran: "Bagaimana aku akan mempunyai seorang anak laki-laki, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina?" (19:20). Jawaban Jibril merangkum misteri ilahi: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagi-Ku. Dan agar Kami menjadikannya tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami." (19:21).
Kelahiran Isa
Maryam pergi menyendiri ke tempat yang jauh untuk melahirkan. Rasa sakitnya saat melahirkan membawanya ke dekat batang kurma. Dalam penderitaannya, dia berkata: "Seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi sesuatu yang tidak berarti, dilupakan sepenuhnya." (19:23). Suara meyakinkannya: makanlah dari kurma, minumlah dari sungai yang mengalir di bawahmu, dan tenanglah. Ketika dia kembali kepada kaumnya membawa bayi, mereka menuduhnya. Tanpa berkata sepatah kata pun, dia menunjuk kepada bayi itu. Bayi itu berbicara: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah, Dia memberiku Kitab dan Dia menjadikan aku seorang Nabi." (19:30).
Status Maryam dalam Islam
Nabi Muhammad ๏ทบ bersabda: "Wanita terbaik di antara penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Fir'aun." (Ahmad). Para ulama Islam menyebutnya sebagai salah satu dari empat wanita paling sempurna yang pernah hidup. Surah Al-Quran yang menyandang namanya mengabadikan kisahnya sebagai bukti kuasa Allah dan model ketaatan kepada-Nya โ seorang wanita yang menghadapi tuduhan yang meremukkan dengan ketenangan dan iman yang tak tergoyahkan, mengandalkan Allah sepenuhnya ketika tidak ada manusia yang bisa membelanya.
References in This Article
Quran
Hadith Collections
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.