Mazhab Teologi Maturidi
Mazhab Maturidi (al-Maturidiyyah) adalah mazhab teologi ketiga yang diakui dalam Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Didirikan oleh Abu Mansur al-Maturidi (w. 333 H/944 M) di Samarkand, Asia Tengah, mazhab ini berkembang sebagian besar secara paralel dengan mazhab Asy'ari namun dengan posisi-posisi yang berbeda pada beberapa pertanyaan teologis. Karena kaitannya yang erat dengan fikih Hanafi, mazhab Maturidi menjadi teologi dominan di antara Muslim Turki, Asia Tengah, anak benua India, dan Balkan.
Al-Maturidi dan Karyanya
Abu Mansur al-Maturidi adalah ulama yang tidak sepopuler al-Asy'ari dalam sejarah intelektual Islam, meskipun pengaruhnya sangat besar melalui mazhab Hanafi. Karyanya Kitab al-Tawhid adalah eksposisi sistematis pertama dari teologi Maturidi. Karya besarnya yang lain adalah Ta'wilat Ahl al-Sunnah, sebuah tafsir Al-Quran yang komprehensif. Sebagaimana al-Asy'ari, dia memposisikan dirinya sebagai pembela akidah Sunni dari Mu'tazilah dan aliran-aliran yang menyimpang.
Perbedaan dengan Asy'ari
Maturidi dan Asy'ari sepakat tentang prinsip-prinsip utama tetapi berbeda dalam beberapa hal. Tentang peran akal: Maturidi memberikan peran yang lebih besar kepada akal dalam mengetahui kebaikan dan keburukan secara independen dari wahyu โ akal dapat mengetahui kewajiban bersyukur kepada Pencipta. Asy'ari lebih membatasi peran akal. Tentang sifat-sifat Allah: ada perbedaan teknis dalam cara masing-masing mazhab memformulasikan hubungan antara esensi dan sifat-sifat Allah. Meskipun demikian, ulama kedua mazhab saling menghormati dan mengakui satu sama lain sebagai Ahlus Sunnah.
Penyebaran Mazhab Maturidi
Mazhab Maturidi menyebar melalui jalur yang berbeda dari Asy'ari. Karena asosiasi kuatnya dengan Hanafi, ia mengikuti penyebaran fikih Hanafi: Kekaisaran Ottoman (yang membawa pengaruhnya ke Turki, Balkan, Arab Levant, dan Afrika Utara); Kekaisaran Mughal di anak benua India (membawa pengaruhnya ke Pakistan, India, Bangladesh); Asia Tengah dan Afganistan. Saat ini, mayoritas Muslim di negara-negara ini secara historis terkait dengan tradisi Maturidi.
Tokoh-Tokoh Maturidi
Di antara ulama besar yang terkait dengan tradisi Maturidi: Abu al-Layts al-Samarqandi (w. 373 H), al-Bazdawi (w. 482 H) yang menulis Usul al-Din, al-Nasafi (w. 537 H) yang al-'Aqaid al-Nasafiyyah-nya menjadi teks pelajaran standar di seluruh dunia, dan al-Taftazani (w. 792 H) yang komentarnya terhadap al-Nasafi masih dipelajari di pesantren-pesantren hingga hari ini.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Six Pillars of Iman (Faith)
The articles of faith in Islam: belief in Allah, His Angels, His Books, His Messengers, the Last Day, and Divine Decree.
Tawhid โ Islamic Monotheism
The absolute oneness of Allah in His lordship, worship, and names and attributes. The foundation of Islamic theology.
Shirk โ Associating Partners with Allah
The gravest sin in Islam. Types of shirk (major and minor), its manifestations, and how to avoid it.
Bid'ah โ Innovation in Religion
What constitutes religious innovation, the scholarly difference between good and bad innovation, and its boundaries.