Nasikh wa Mansukh: Abrogasi dalam Al-Quran
Nasikh wa Mansukh adalah salah satu cabang ilmu Al-Quran yang membahas fenomena abrogasi, yaitu proses di mana suatu hukum atau ketentuan dalam Al-Quran digantikan oleh hukum lain yang diturunkan kemudian. Kata nasikh berasal dari akar kata yang berarti menghapus atau menggantikan, sementara mansukh adalah hukum yang dihapus atau digantikan tersebut oleh ketentuan yang lebih baru.
Para ulama membagi nasikh menjadi beberapa kategori utama yang perlu dipahami oleh setiap penuntut ilmu. Pertama, penghapusan hukum beserta teks ayatnya sekaligus. Kedua, penghapusan teks ayat namun hukumnya tetap berlaku dan wajib diamalkan. Ketiga, penghapusan hukum saja sementara teks ayat tetap dibaca dalam tilawah. Kategori ketiga inilah yang paling banyak ditemukan dalam kajian ilmu Al-Quran dan paling relevan dalam pembahasan fiqih Islam secara praktis.
Contoh abrogasi yang paling dikenal adalah perintah menghadap Baitul Maqdis saat shalat yang kemudian dihapus dengan perintah menghadap Masjidil Haram di Mekah. Perubahan kiblat ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 144 dan menjadi tanda penting dalam sejarah awal Islam. Contoh lain adalah hukum iddah perempuan yang semula satu tahun penuh kemudian diubah menjadi empat bulan sepuluh hari sesuai ketentuan yang lebih sempurna.
Ilmu Nasikh wa Mansukh sangat penting dalam memahami perkembangan syariat Islam secara bertahap yang dikenal dengan istilah tadarruj al-tasyri. Allah SWT menurunkan hukum secara berangsur-angsur sesuai dengan kesiapan masyarakat pada masa itu. Misalnya, pengharaman khamar tidak terjadi sekaligus melainkan melalui beberapa tahapan ayat yang turun secara bertahap hingga akhirnya diharamkan secara mutlak dalam Surah Al-Maidah ayat 90 yang menjadi keputusan final.
Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ayat yang dianggap mansukh dalam Al-Quran. Sebagian ulama klasik menyebut angka yang besar mencapai ratusan ayat, namun ulama-ulama kontemporer melakukan kajian mendalam dan menyimpulkan bahwa ayat yang benar-benar mansukh jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya. Pemahaman yang tepat tentang ilmu Nasikh wa Mansukh ini mencegah kesalahan serius dalam menyimpulkan hukum Islam dan membantu para mufassir dan fuqaha dalam memahami Al-Quran secara komprehensif dan menyeluruh sesuai dengan maksud Allah SWT.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.