Pengumpulan Al-Quran
Pelestarian Al-Quran adalah salah satu pencapaian paling luar biasa dalam sejarah manusia. Tidak seperti kitab suci lainnya, Al-Quran dihafal secara keseluruhan oleh ratusan sahabat semasa hidup Nabi dan ditransmisikan melalui rantai periwayatan massal yang tak terputus (tawatur) yang membuat keasliannya tidak terbantahkan secara historis. Allah berjanji: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (Quran 15:9).
Pemeliharaan Semasa Hidup Nabi
Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam) menerima Al-Quran melalui malaikat Jibril selama periode 23 tahun. Setiap kali wahyu turun, Nabi akan membacakannya kepada para sahabatnya, yang akan menghafalnya dan menuliskannya pada bahan-bahan yang tersedia: pelepah kurma, batu tipis, kulit, tulang belikat unta, dan perkamen. Nabi menunjuk para penulis wahyu (kuttab al-wahy), yang paling terkemuka adalah Zaid bin Tsabit. Setiap Ramadan, Nabi akan mengulang seluruh Al-Quran bersama Jibril, dan pada tahun terakhir hidupnya, beliau mengulangnya dua kali (Sahih al-Bukhari).
Pengumpulan di Bawah Abu Bakr
Setelah Perang Yamamah (12 H), di mana banyak huffaz (penghafal Al-Quran) gugur sebagai syuhada, Umar bin al-Khattab mendorong Abu Bakr untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu naskah. Abu Bakr menugaskan Zaid bin Tsabit, yang mengumpulkan bahan-bahan tertulis dan memverifikasinya dengan hafalan para sahabat. Zaid berkata: "Demi Allah, jika mereka menyuruhku memindahkan gunung, itu tidak akan lebih berat dari apa yang mereka minta dariku" (Sahih al-Bukhari). Naskah yang dihasilkan (suhuf) disimpan oleh Abu Bakr, kemudian Umar, kemudian putri Umar yaitu Hafshah.
Standardisasi di Bawah Utsman
Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, saat Islam menyebar ke berbagai wilayah, perbedaan dalam qiraah muncul di antara penduduk berbagai daerah. Hudzaifah bin al-Yaman memperingatkan Utsman tentang potensi perselisihan. Utsman memerintahkan sebuah komite yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit untuk membuat salinan resmi berdasarkan suhuf Abu Bakr. Salinan-salinan ini dikirim ke pusat-pusat utama kekhalifahan, dan Utsman memerintahkan agar semua naskah lain dibakar. Mushaf Utsmani ini tetap menjadi teks standar Al-Quran yang digunakan oleh lebih dari 1,8 miliar Muslim hingga saat ini.
References in This Article
Quran
Hadith Collections
Related Articles
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.
The Battle of the Trench (al-Khandaq)
The siege of Medina: Salman al-Farisi's trench strategy, the coalition of enemies, and the decisive divine intervention.