Sa'i antara Safa dan Marwah
Sa'i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali sebagai salah satu rukun umrah dan haji. Ritual ini mengenang perjuangan Siti Hajar โ ibu Nabi Ismail โ ketika ia berlari-lari kecil antara dua bukit tersebut dalam keadaan kehausan sambil mencari air untuk putranya yang masih bayi di lembah tandus Makkah.
Kisah di Balik Sa'i
Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan putra bayinya Ismail di lembah Makkah yang kosong atas perintah Allah, Hajar sempat protes dengan berkata: "Apakah Allah yang memerintahkanmu?" Ibrahim menjawab: "Ya." Hajar pun menerima dengan penuh tawakal: "Kalau begitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." Ketika bekal habis dan Ismail menangis kehausan, Hajar berlari-lari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari air atau pertolongan. Kemudian Allah memancarkan mata air Zamzam di bawah kaki Ismail. Kisah ini diabadikan dalam ritual sa'i hingga hari kiamat sebagai pengingat akan keteguhan tawakal seorang ibu yang mulia.
Dalil Kewajiban Sa'i
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." (QS. Al-Baqarah: 158). Meskipun ayat ini menggunakan redaksi "tidak ada dosa", para ulama menafsirkan bahwa ini adalah jawaban atas keragu-raguan sebagian sahabat yang mengira sa'i adalah warisan tradisi jahiliah. Rasulullah menegaskan: "Lakukanlah sa'i, karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa'i atas kalian." (HR. Ahmad).
Tata Cara Sa'i
Sa'i dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di Marwah. Setiap perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran, dan dari Marwah ke Shafa dihitung satu putaran โ total tujuh putaran. Saat mendaki Shafa di awal, membaca: "Innash-Shafa wal Marwata min sya'airillah" kemudian berdoa menghadap Ka'bah. Di antara dua tanda hijau (di dalam masjid modern), laki-laki disunnahkan untuk berlari-lari kecil (harwala) โ mengenang lari Hajar. Selama sa'i boleh berdoa, berdzikir, atau membaca Al-Qur'an.
Kondisi yang Mempengaruhi Sa'i
Sa'i boleh dilakukan sambil berjalan kaki atau menggunakan kursi roda bagi yang membutuhkan. Tidak disyaratkan suci dari hadats untuk sa'i menurut mazhab Hanbali dan sebagian ulama โ ia bukan shalat. Namun mazhab lain menganjurkan suci saat sa'i. Sa'i harus dilakukan setelah tawaf yang sah โ tidak boleh mendahulukan sa'i sebelum tawaf. Sa'i tidak perlu diulang jika tawafnya batal; cukup mengulang tawaf kemudian sa'i bisa dilanjutkan.
Hikmah Sa'i
Sa'i mengajarkan bahwa usaha dan tawakal harus berjalan bersamaan. Hajar tidak hanya duduk berdoa โ ia berusaha sekuat tenaga mencari air. Ketika usahanya mencapai puncak (tujuh kali bolak-balik), Allah menurunkan pertolongan-Nya. Ini adalah pelajaran abadi: seorang Muslim tidak boleh malas dengan alasan tawakal, dan tidak boleh putus asa dalam usahanya. Keajaiban datang kepada mereka yang terus berikhtiar sambil menggantungkan hati hanya kepada Allah.
References in This Article
Quran
Hadith Collections
Related Articles
The Five Pillars of Islam
The fundamental acts of worship that form the foundation of Muslim life: Shahada, Salah, Zakat, Sawm, and Hajj.
Salah โ The Islamic Prayer
The five daily prayers: their times, conditions, pillars, obligations, and recommended acts according to all four madhabs.
Zakat โ Obligatory Charity
The third pillar of Islam. Who must pay, what is owed, the eight categories of recipients, and calculation methods.
Fasting in Ramadan
The rules of fasting: who must fast, what breaks the fast, exemptions, and the spiritual dimensions of Sawm.