Salahuddin dan Penaklukan Kembali Yerusalem (1187 M)
Penyatuan sebagai Prasyarat
Salahuddin memahami dengan jelas bahwa Yerusalem tidak dapat dibebaskan sampai dunia Muslim bersatu di bawah satu kepemimpinan. Ia menghabiskan hampir satu dekade menaklukkan dan mempersatukan wilayah-wilayah Muslim yang terfragmentasi di Suriah, Mesir, Mesopotamia, dan Yaman, bukan melalui paksaan semata tetapi juga melalui diplomasi, pernikahan strategis, dan reputasi keadilannya. Guru spiritualnya, yang mendorongnya menuju jihad, adalah Syekh-syekh terkemuka yang mengingatkan bahwa Yerusalem menunggu seorang pemimpin yang layak.
Pertempuran Hattin (4 Juli 1187 M)
Kemenangan strategis terbesar Salahuddin terjadi sebelum ia bahkan mencapai Yerusalem. Ia memancing pasukan Salib ke luar dari peristirahatan mereka yang sejuk di dekat Tiberias dengan mengancam kastil Kerajaan Salib yang penting. Raja Guy dari Yerusalem, diabaikan dari saran-saran yang lebih bijaksana, memimpin seluruh pasukan tempur Kerajaan โ termasuk True Cross โ menuju Tiberias melalui dataran tinggi yang tandus di bawah terik musim panas. Salahuddin memotong akses air mereka. Di dataran tinggi Hattin, pasukan Salib yang kelelahan dan kehausan dikepung dan dihancurkan. Hampir seluruh aristokrasi militer Kerajaan Jerusalem ditangkap dalam satu pertempuran.
Pembebasan Yerusalem
Dengan kekuatan militer Kerajaan Salib dihancurkan di Hattin, kota-kota satu per satu jatuh. Yerusalem sendiri menyerah pada 2 Oktober 1187 M โ tanggal yang beritanya bergema di seluruh dunia Muslim dan Kristen. Salahuddin menolak membantai penduduk meskipun ada desakan dari beberapa komandannya. Ia menetapkan harga tebusan untuk pembebasan โ satu dinar untuk pria, setengah dinar untuk wanita, seperempat dinar untuk anak-anak โ dan diam-diam membayar tebusan untuk banyak orang yang tidak mampu dari perbendaharaannya sendiri.
Warisan Kesatriaan
Perlakuan Salahuddin terhadap Pasukan Salib yang dikalahkan menjadi legenda bahkan di Eropa. Ketika Richard I Hati Singa jatuh sakit selama Perang Salib Ketiga, Salahuddin mengirimkan tabib pribadinya dan buah-buahan segar. Musuh-musuh Salahuddin menulis tentang keadilannya dengan kekaguman yang tulus. Ketika ia meninggal pada tahun 1193 M, kas pribadinya hampir kosong โ ia telah memberikan hampir semua yang ia miliki dalam sedekah. Ia adalah contoh yang oleh Nabi diajarkan sebagai kepemimpinan Muslim yang ideal.
References in This Article
Hadith Collections
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.