Nabi Isa dalam Islam
Nabi Isa bin Maryam menempati kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Al-Quran menyebutnya sebagai "kalimah" (firman) Allah dan "ruh" dari-Nya, bukan dalam pengertian teologis Trinitas, melainkan untuk menunjukkan bahwa penciptaannya terjadi langsung melalui perintah Allah tanpa ayah. Islam dengan tegas menyatakan bahwa Isa adalah hamba dan rasul Allah yang mulia, bukan Tuhan dan bukan putra Allah.
Kelahiran Mujizat
Maryam binti Imran adalah wanita yang dipilih Allah atas seluruh wanita di zamannya: "Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)'" (Al-Quran 3:42). Jibril mendatanginya dalam wujud manusia dan menyampaikan kabar kelahiran seorang putra. Ketika Maryam bertanya bagaimana mungkin ia memiliki anak padahal tidak ada lelaki yang menyentuhnya, Jibril menjawab: "Demikianlah, Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: 'Jadilah', lalu jadilah ia" (Al-Quran 3:47).
Keajaiban Bayi yang Berbicara
Ketika Maryam membawa bayinya kepada kaumnya, mereka menuduhnya dengan tuduhan yang sangat berat. Maryam hanya menunjuk kepada bayinya. Isa pun berbicara dari buaian: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi" (Al-Quran 19:30). Mukjizat ini adalah tanda nyata dari Allah kepada seluruh manusia.
Misi dan Mukjizat Isa
Allah menganugerahkan kepada Isa berbagai mukjizat: menyembuhkan yang buta sejak lahir, menyembuhkan orang kusta, menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan mengetahui apa yang disembunyikan orang di rumah mereka. Isa membawa Injil dan menegaskan kembali pokok-pokok Taurat sambil meringankan beberapa beban yang dikenakan kepada Bani Israel.
Kenaikan dan Kedatangan Kembali
Islam menolak keras penyaliban Isa. Al-Quran menyatakan: "Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya" (Al-Quran 4:158). Isa tidak meninggal tetapi diangkat Allah ke langit dan akan turun kembali menjelang Hari Kiamat untuk menyelesaikan misinya dan membunuh Dajjal. Ini adalah salah satu dari tanda-tanda besar Kiamat yang disebutkan dalam hadits-hadits sahih.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran — Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology — Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh — Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.