Nabi Musa: Kalimullah
Kisah Nabi Musa adalah kisah yang paling sering dikisahkan dalam Al-Quran โ disebutkan dalam lebih dari tiga puluh surah. Ia adalah Kalimullah, orang yang Allah ajak bicara langsung tanpa perantara, dan kisahnya adalah tentang perlawanan terhadap kezaliman, kekuatan iman dalam menghadapi kekuasaan yang arogan, dan rahmat Allah yang selalu lebih besar dari dosa manusia.
Bayi dalam Peti
Musa lahir di masa ketika Firaun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki Bani Israel. Ibu Musa, dalam ketakutan dan cinta yang luar biasa, meletakkan bayinya dalam sebuah peti dan menaruhnya di Sungai Nil. Allah mengilhaminya: "Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil) dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu" (Al-Quran 28:7). Bayi itu ditemukan dan dipungut oleh keluarga Firaun sendiri โ dan Allah membuat Musa menolak semua wanita yang mencoba menyusuinya hingga saudarinya menawarkan ibunya sendiri.
Pertemuan dengan Allah di Gunung Sinai
Ketika Musa sedang dalam perjalanan dengan keluarganya dan melihat api dari jauh, ia mendekatinya dan mendengar suara: "Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa" (Al-Quran 20:12). Allah memberinya dua mukjizat besar: tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya putih bersih. Kemudian Allah mengutusnya menghadapi Firaun.
Menghadapi Firaun
Musa dan Harun mendatangi Firaun dengan dakwah yang tenang dan penuh hikmah. Firaun mengejek, menantang, dan akhirnya mengumpulkan para penyihir terbaik Mesir untuk mengalahkan Musa. Ketika para penyihir melempar tali dan tongkat mereka yang berubah menjadi ular-ular semu, tongkat Musa menelan semuanya. Para penyihir itu langsung sujud, menyatakan iman mereka kepada Rabb Musa dan Harun โ pilihan yang mereka bayar dengan nyawa mereka.
Terbelahnya Laut
Ketika Firaun dan tentaranya mengejar Bani Israel ke tepi laut, Musa memukul laut dengan tongkatnya atas perintah Allah, dan laut terbelah menjadi dua belas jalan yang kering. Bani Israel menyeberang dengan selamat. Ketika Firaun dan tentaranya masuk mengikuti, laut kembali menutup dan menghancurkan mereka semua. Allah berfirman: "Dan Kami seberangkan Bani Israel ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka" (Al-Quran 7:138).
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.