Nabi Dawud: Raja, Nabi, dan Pemazmur
Nabi Dawud (Daud, semoga keselamatan tercurah atasnya) menempati posisi unik di antara para nabi Allah: dia sekaligus seorang nabi, raja, dan penerima kitab suci ilahi. Allah berfirman: "Dan Kami berikan kepada Dawud Zabur." (4:163). Dia dipuji dalam Al-Quran sebagai teladan pengabdian dan rasa syukur: "Bekerjalah, wahai keluarga Dawud, dengan bersyukur; dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (34:13). Kehidupannya menggambarkan bahwa kekuasaan duniawi dan ketinggian spiritual dapat berjalan beriringan.
Kemenangan atas Jalut
Dawud yang masih muda bukan seorang prajurit profesional ketika dia menghadapi Jalut (Goliat). Dia adalah pengembala yang bergabung dalam pasukan Israel membawa perbekalan untuk saudara-saudaranya. Ketika Jalut menantang siapa pun untuk berperang satu lawan satu, Dawud maju. Sementara Thalut (Saul) menawarinya baju besi, Dawud memilih ketapel dan batu yang biasa dia gunakan melindungi kawanannya dari singa. "Maka Dawud membunuh Jalut dan Allah memberikan kepadanya kerajaan dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki." (2:251). Kemenangan ini mengajarkan bahwa keberanian yang dilandasi keimanan mengalahkan kekuatan fisik.
Kerajaan dan Karunia
Setelah kematian Thalut, Dawud menjadi raja Israel. Allah menganugerahinya dengan karunia-karunia yang luar biasa: pemahaman tentang bahasa burung; penguasaan angin; kemampuan melunak besi dengan tangannya sendiri sehingga dia membuat baju besi; para gunung dan burung bertasbih bersamanya. "Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah." (38:18-19).
Zabur dan Pengabdian Dawud
Nabi ﷺ memuji puasa Dawud sebagai puasa yang paling dicintai Allah: berpuasa sehari dan berbuka sehari. Puasa Dawud adalah puasa yang paling berat yang bisa dilakukan secara rutin tanpa membahayakan kesehatan. Nabi ﷺ juga memuji bacaan Al-Quran Dawud: "Bacaan Al-Quran yang paling disenangi Allah adalah bacaan Dawud; dia biasa membaca setengah malam." Suaranya yang indah adalah karunia dari Allah yang membuat para pendengar terpesona.
Ujian dan Taubat Dawud
Al-Quran menceritakan bahwa Dawud diuji dan mengakui kesalahannya, lalu bertaubat: "Dan Dawud menyangka bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahan itu." (38:24-25). Kisah ini — yang disampaikan secara ringkas dalam Al-Quran tanpa perincian yang ada dalam tradisi Yahudi — mengajarkan bahwa para nabi pun bisa tergelincir dan bahwa taubat yang tulus selalu diterima Allah.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran — Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology — Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh — Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.