Nabi Shalih dan Kaum Tsamud
Nabi Shalih (semoga keselamatan tercurah atasnya) diutus kepada kaum Tsamud, sebuah suku Arab kuno yang mewarisi wilayah kaum 'Ad. Kaum Tsamud dikenal karena keahlian mereka dalam mengukir tempat tinggal dari pegunungan dan bebatuan: "Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu penguasa-penguasa setelah kaum 'Ad dan menempatkan kamu di bumi. Kamu mendirikan istana-istana di dataran-datatan yang datar dan kamu memahat gunung-gunung untuk dijadikan rumah." (7:74). Reruntuhan mereka, yang dikenal sebagai al-Hijr atau Mada'in Shalih, masih berdiri di Arab Saudi hingga hari ini.
Unta sebagai Ujian
Kaum Tsamud menuntut mukjizat dari Shalih sebagai bukti kenabiannya. Allah mengeluarkan seekor unta betina dari batu โ suatu mukjizat yang jelas. Unta ini dijadikan tanda ilahi, dan kaum Tsamud diperintahkan untuk membiarkannya makan dengan bebas dan tidak mengganggunya: "Ini adalah unta betina Allah sebagai tanda bagimu, biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu menyentuhnya dengan gangguan apapun, yang menyebabkan kamu ditimpa siksaan yang pedih." (7:73). Unta ini minum seluruh air dari sumur pada hari gilirannya.
Penyembelihan Unta
Meskipun peringatan yang jelas, para pemimpin kaum Tsamud menghasut seseorang untuk menyembelih unta tersebut. Shalih memperingatkan mereka: "Bersenang-senanglah kamu di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak akan didustakan." (11:65). Tiga hari kemudian, hukuman ilahi menimpa mereka: "Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shalih beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan mereka) dari kehinaan pada hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (11:66).
Pelajaran dari Kaum Tsamud
Al-Quran menyebutkan kaum Tsamud sebagai contoh bagi orang-orang Arab yang pertama kali mendengar Al-Quran โ reruntuhan kaum Tsamud ada di jalur perdagangan mereka ke Suriah. Kesalahan kaum Tsamud bukan hanya penyembelihan unta โ itu adalah simbol dari penolakan mereka terhadap tanda-tanda Allah dan kesombongan atas kekuatan mereka sendiri. Ketika tanda ilahi yang konkret diberikan dan kemudian dirusak, tidak ada argumen yang tersisa dan azab menjadi tak terelakkan.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.