Nabi Sulayman: Kerajaan, Hikmah, dan Kekuasaan
Nabi Sulayman (Salomo, semoga keselamatan tercurah atasnya) adalah putra dan penerus Nabi Dawud. Allah menganugrahinya kerajaan yang tidak pernah ada sebelum atau sesudahnya. Ketika Sulayman berdoa: "Rabbku, ampunilah aku dan karuniakanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan ada lagi yang memilikinya setelahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (38:35), Allah mengabulkan doanya. Dia diberi kekuasaan atas angin, jin, manusia, dan hewan โ sebuah kerajaan kosmik yang tidak tertandingi.
Bahasa Hewan dan Burung
Sulayman diajarkan bahasa burung: "Dan Sulayman mewarisi Dawud dan dia berkata: Wahai manusia, kami telah diajarkan bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya ini adalah karunia yang nyata." (27:16). Kemampuan ini bukan sekadar keajaiban โ ia memungkinkan Sulayman untuk memerintah dengan komprehensif, memahami laporan-laporan dari seluruh kerajaannya termasuk dari dunia hewan dan serangga.
Pertemuan dengan Ratu Saba
Al-Quran menceritakan kisah panjang tentang pertemuan Sulayman dengan Balqis, Ratu Saba (Yaman). Burung hud-hud membawa kabar tentang kerajaannya. Sulayman mengirimkan surat yang dimulai dengan: "Bismillahirrahmanirrahim. Janganlah kamu berlaku sombong terhadapku, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri." (27:30-31). Sebelum Balqis tiba, salah seorang di sisi Sulayman membawa singgasananya dari Yaman dalam sekejap mata. Balqis akhirnya masuk Islam: "Ia berkata: Rabbku, sesungguhnya aku telah berlaku zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulayman kepada Allah, Rabb semesta alam." (27:44).
Kekuasaan atas Jin
Jin bekerja di bawah perintah Sulayman: "Dan dari golongan jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya." (34:12). Mereka membangun istana-istana, membuat perabotan besar dan patung-patung, dan menyelam ke lautan untuk mendapatkan perhiasan. Al-Quran menyebutkan bahwa ketika Sulayman meninggal bertopang pada tongkatnya, para jin tidak mengetahui kematiannya hingga sejenis rayap memakan tongkatnya dan jenazahnya jatuh. "Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." (34:14).
Hikmah dari Kisah Sulayman
Kisah Sulayman mengajarkan beberapa pelajaran. Kekuasaan adalah amanah dari Allah โ Sulayman menggunakannya untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan Islam, bukan untuk kesombongan. Karunia tidak membuat seseorang lebih baik dari orang lain โ Sulayman mengakui bahwa semua yang dia miliki adalah dari Allah. Doa adalah senjata raja yang sesungguhnya โ kemenangan-kemenangan terbesarnya dimulai dengan doa. Dan tanda kebesaran seorang raja yang sejati adalah kerendahan hatinya di hadapan Allah yang memberinya kekuasaan.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.