Nabi Yusuf: Sebaik-baik Kisah
Al-Quran menyebut kisah Yusuf dengan gelar yang luar biasa: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Quran ini kepadamu" (Al-Quran 12:3). Seluruh kisahnya dirangkum dalam satu surah yang panjang โ tidak ada kisah nabi lain yang mendapat perlakuan seperti ini. Dalam kisah Yusuf terdapat semua unsur drama manusiawi: pengkhianatan saudara, kesedihan orang tua, godaan dan fitnah, penjara, dan akhirnya kemenangan yang indah yang mengalahkan semua rekayasa manusia.
Pengkhianatan Saudara-saudaraYusuf adalah anak kesayangan Ya'qub, dan kecintaan ayahnya menimbulkan kecemburuan yang mendalam di kalangan saudara-saudaranya yang lain. Mereka berkonspirasi untuk menyingkirkannya โ awalnya ada yang mengusulkan membunuhnya, namun akhirnya mereka sepakat untuk membuangnya ke dalam sumur yang dalam dan kemudian berbohong kepada ayah mereka bahwa serigala telah memakannya. Mereka membawa baju Yusuf yang dilumuri darah palsu sebagai bukti kematiannya. Ya'qub tidak mempercayai cerita mereka โ ia berkata bahwa dirinya hanya bersabar dengan sabar yang indah โ namun ia tidak mengetahui kebenaran yang sebenarnya.
Perbudakan dan Ujian di MesirDari sumur itu, Yusuf diambil oleh kafilah pedagang dan dijual sebagai budak di Mesir kepada seorang pembesar negeri yang disebut Al-Quran sebagai "al-Aziz". Di rumah pembesar itu, Yusuf tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan berakhlak mulia. Namun ujian baru pun datang: istri pembesar itu terpikat olehnya dan berusaha menggodanya. Yusuf berlari menyelamatkan diri, namun fitnah sudah terlanjur dilemparkan kepadanya, dan ia dipenjara โ bukan karena bersalah, melainkan karena tidak bersalah tetapi tidak ada yang mau membela kebenaran.
Di penjara, Allah menganugerahkan Yusuf kemampuan menafsirkan mimpi. Ia menafsirkan mimpi dua orang tahanan yang kemudian terbukti kebenarannya. Salah satu dari mereka dibebaskan, dan Yusuf memintanya untuk menyebutkan namanya kepada raja. Namun orang itu lupa โ dan Yusuf pun tetap di penjara selama beberapa tahun lagi. Al-Quran mengabadikan pelajaran penting di sini: ketika Yusuf terlalu bersandar pada pertolongan manusia, ia merasakan bagaimana pertolongan manusia itu tidak dapat diandalkan. Pertolongan yang sesungguhnya hanya dari Allah.
Kemenangan yang Melampaui PerkiraanKetika raja Mesir bermimpi tentang tujuh sapi gemuk yang dimakan tujuh sapi kurus, dan tujuh tangkai gandum hijau yang diikuti tujuh tangkai kering, barulah orang yang pernah dipenjara bersama Yusuf teringat kemampuan Yusuf menafsirkan mimpi. Yusuf dipanggil menghadap raja, dan ia menafsirkan mimpi itu dengan tepat: tujuh tahun kemakmuran diikuti tujuh tahun kekeringan. Raja terkesan dan mengangkat Yusuf menjadi pejabat perbendaharaan negeri. Dari penjara ke istana โ perjalanan yang hanya mungkin terjadi karena Allah menghendakinya.
Reuni yang Penuh Hikmah dan AirmataSaudara-saudaranya datang ke Mesir meminta bantuan pangan di masa kekeringan, tanpa mengenali Yusuf yang kini berpakaian kebesaran pejabat kerajaan. Yusuf mengenali mereka tetapi menyembunyikan identitasnya, sambil menguji dan mengatur situasi dengan hikmat yang luar biasa hingga akhirnya ia memperkenalkan diri: "Aku adalah Yusuf dan ini adalah saudaraku. Allah sungguh telah menganugerahkan karunia kepada kami." Tidak ada dendam, tidak ada pembalasan โ hanya maaf yang mulia. Seluruh keluarga berkumpul kembali di Mesir, dan mimpi masa kecil Yusuf pun tergenapi.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran โ Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology โ Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh โ Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.