Surah Yusuf: Kisah Terbaik
Surah Yusuf adalah satu-satunya surah dalam Al-Quran yang secara keseluruhan memuat satu kisah yang utuh dan berkesinambungan dari awal hingga akhir tanpa diselingi kisah atau tema lain. Allah SWT sendiri menamai kisah ini dengan ahsan al-qasas yaitu kisah yang terbaik, sebagaimana disebutkan dalam ayat 3. Surah ini terdiri dari 111 ayat dan termasuk surah Makkiyah yang diturunkan sebelum hijrah Nabi SAW.
Kisah Nabi Yusuf AS dimulai dari masa kecilnya ketika ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ayahnya, Nabi Ya'qub AS, melarangnya menceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaranya karena khawatir akan menimbulkan kecemburuan yang berbahaya. Kekhawatiran tersebut terbukti benar ketika saudara-saudaranya yang dengki melempar Yusuf ke dalam sumur yang gelap dan membohongi ayah mereka dengan mengatakan Yusuf dimakan serigala.
Perjalanan hidup Nabi Yusuf kemudian menggambarkan rangkaian ujian yang bertubi-tubi dan sangat berat. Ia dijual sebagai budak di Mesir, masuk ke rumah seorang pejabat tinggi yang disebut Al-Aziz, lalu digoda dengan serius oleh istri tuannya. Ketika ia menolak ajakan zina tersebut dengan penuh ketegasan dan keimanan, ia malah dipenjara secara tidak adil. Di dalam penjara, ia menafsirkan mimpi dua narapidana lainnya dengan izin Allah. Kemudian ia menafsirkan mimpi Raja Mesir tentang tujuh sapi gemuk dan tujuh sapi kurus, yang membawanya keluar dari penjara dan diangkat menjadi bendahara negara yang sangat berkuasa.
Puncak kisah ini adalah pertemuan kembali Yusuf dengan saudara-saudaranya yang datang ke Mesir untuk mendapatkan bahan pangan di masa paceklik yang panjang. Yusuf akhirnya mengampuni semua saudara-saudaranya dengan kemuliaan akhlak yang luar biasa dan tidak tertandingi. Ia berkata dengan penuh kebesaran jiwa bahwa tidak ada cercaan terhadap mereka pada hari itu dan memohonkan ampun Allah untuk mereka.
Para ulama menyebutkan banyak pelajaran berharga dari Surah Yusuf yang sangat relevan bagi kehidupan modern. Di antaranya adalah pelajaran tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan yang beruntun, menjaga diri dari godaan nafsu yang merusak, pentingnya ilmu dan profesionalisme dalam bekerja, kekuatan doa kepada Allah dalam setiap kesempitan, dan keyakinan yang teguh bahwa rencana Allah selalu jauh lebih baik dari rencana dan harapan manusia.
References in This Article
Related Articles
Ulum al-Quran — Sciences of the Quran
The disciplines that serve Quran understanding: revelation history, recitation modes, Arabic rhetoric, and more.
Tafsir Methodology — Interpreting the Quran
The science of Quran exegesis: its sources, types, major works, and the qualifications of a mufassir.
Naskh — Abrogation in the Quran and Sunnah
The concept of abrogation: what it means, scholarly views, examples, and common misconceptions.
Prophet Ibrahim (Abraham): The Friend of Allah
The story of Ibrahim, from smashing the idols to the ultimate test of sacrificing his son, and his role as the father of monotheism.