Umar ibn al-Khattab: Penguasa yang Adil
Yang Masuk Islamnya Memperkuat Kaum Muslim
Umar ibn al-Khattab (semoga Allah meridhainya) adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Islam โ seorang yang masuk Islamnya sendiri merupakan titik balik, yang penilaiannya selalu dikonfirmasi oleh Nabi (shallallahu alaihi wasallam), dan yang dekade pemerintahannya sebagai Khalifah kedua mengubah persekutuan suku-suku Arab menjadi sebuah peradaban dunia. Nabi (shallallahu alaihi wasallam) bersabda: "Seandainya ada seorang nabi setelahku, niscaya ia adalah Umar ibn al-Khattab" (Tirmidzi). Ini adalah salah satu kesaksian paling tinggi tentang kedudukan seorang Sahabat.
Kisah masuk Islamnya Umar sendiri adalah narasi tentang rahmat ilahi dan kekuatan kefasihan Al-Quran. Ia pernah menjadi salah satu penentang paling sengit kaum Muslim awal โ sangat kuat secara fisik, berpengaruh di kalangan Quraisy, dan sangat memusuhi agama baru ini. Suatu hari, ketika ia berangkat dengan niat membunuh Nabi (shallallahu alaihi wasallam), ia dialihkan ke rumah saudara perempuannya, di mana ia dan suaminya telah diam-diam menerima Islam. Ketika ia mendengar ayat-ayat Al-Quran dibacakan, sesuatu berubah tak terbalikkan dalam dirinya. Ia meminta untuk melihat tulisan suci itu, diminta untuk bersuci terlebih dahulu, membaca pembukaan Surah Ta-Ha โ dan langsung pergi ke Nabi (shallallahu alaihi wasallam) untuk menyatakan keimanannya. Kaum Muslim, yang sebelumnya berdoa secara sembunyi-sembunyi, kini dapat berdoa secara terbuka di Masjidil Haram. Islamnya Umar memperkuat komunitas laksana benteng memperkuat sebuah kota.
Persahabatan dengan Nabi
Sepanjang periode Madinah, Umar (semoga Allah meridhainya) adalah salah satu penasihat terdekat Nabi. Pandangannya sering sejalan dengan wahyu ilahi โ sebuah fenomena yang diakui Nabi (shallallahu alaihi wasallam). Tiga contoh terkenal: Umar menyarankan agar para istri Nabi berhijab; Al-Quran kemudian menurunkan perintah hijab (33:59). Umar menyarankan agar para tawanan Badar dieksekusi daripada ditebus; Al-Quran mendukung pandangannya dalam retrospektif (8:67). Umar menyarankan agar shalat tidak dilakukan di makam Nabi Ibrahim; Al-Quran kemudian memerintahkan hal tersebut (2:125).
Masa Kekhalifahan
Sepuluh tahun pemerintahan Umar (634-644 M) menyaksikan ekspansi wilayah yang tidak tertandingi dalam sejarah. Kekaisaran Sassanid Persia dikalahkan sepenuhnya; Syam, Mesir, dan Afrika Utara direbut dari Byzantium. Umar mendirikan sistem administrasi yang canggih, membagi wilayah menjadi provinsi-provinsi dengan gubernur yang bertanggung jawab, mendirikan departemen keuangan (diwan), dan menetapkan gaji bagi para pejabat dan tentara. Ia mendirikan kota-kota baru sebagai garnisun militer: Kufah, Basrah, dan Fustat (Kairo Lama). Ia menetapkan kalender Hijriah yang dimulai dari tahun Hijrah Nabi.
References in This Article
Hadith Collections
Scholars
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.