Utsman ibn Affan: Pengumpul Al-Quran
Sahabat yang Dermawan
Utsman ibn Affan (semoga Allah meridhainya) adalah salah satu Sahabat paling terkemuka dari Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wasallam) dan Khalifah ketiga Islam (memerintah 644-656 M). Ia termasuk di antara sepuluh Sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi. Bahkan sebelum Islam, ia dikenal sebagai pengusaha yang jujur, pria yang bermurah hati, dan sosok yang terhormat. Ketika ia masuk Islam melalui Abu Bakr, Nabi menikahkannya dengan dua putrinya secara berturut-turut: pertama Ruqayyah, dan setelah wafatnya, Ummu Kultsum — menjadikannya satu-satunya pria dalam sejarah yang menikahi dua putri dari seorang nabi.
Kedermawanan
Utsman terkenal di antara para Sahabat karena kedermawanannya yang luar biasa. Ketika Muslim awal berjuang keras di Madinah, ia membeli Sumur Ruma dari seorang Yahudi dan menyumbangkannya untuk kepentingan umum. Ketika Nabi menyerukan donasi untuk Perang Tabuk (9 H), Utsman menyumbangkan sepertiga pasukan — 333 unta, 33 kuda, dan 1.000 dinar emas. Nabi bersabda: "Tidak akan ada yang dilakukan Utsman setelah hari ini yang akan merugikannya."
Pengumpulan Al-Quran
Pencapaian Utsman yang paling bertahan adalah standardisasi mushaf Al-Quran. Ketika Islam menyebar ke seluruh dunia, bacaan yang berbeda muncul di antara komunitas-komunitas berbeda. Khawatir akan perpecahan, Utsman membentuk sebuah komite yang dipimpin oleh Zaid ibn Tsabit untuk menghasilkan edisi resmi berdasarkan suhuf yang disimpan oleh Hafshah, janda Nabi. Salinan-salinan dibuat dan dikirim ke pusat-pusat provinsi utama, sementara naskah-naskah lainnya diperintahkan untuk dibakar. Hasilnya — mushaf Utsmani — masih merupakan teks standar yang digunakan oleh lebih dari 1,8 miliar Muslim hingga hari ini.
Pemerintahan dan Kesyahidan
Dua belas tahun pemerintahan Utsman menyaksikan ekspansi lebih lanjut: Siprus dan sebagian Afrika Utara ditaklukkan, dan angkatan laut Muslim pertama dibangun. Namun bagian akhir masa pemerintahannya dibayangi oleh tuduhan nepotisme dalam penunjukan gubernur. Pemberontakan dari berbagai wilayah mengepung rumahnya di Madinah. Utsman menolak tawaran para Sahabat untuk membela dirinya dengan kekerasan, memilih syahid daripada pertumpahan darah di antara kaum Muslim. Ia dibunuh pada tahun 656 M dalam keadaan sedang membaca Al-Quran, dan darahnya menetes pada halaman mushaf.
References in This Article
Quran
Hadith Collections
Related Articles
The Compilation of the Quran
How the Quran was preserved: from oral memorization during the Prophet's life to the standardized mushaf under Caliph Uthman.
The Rashidun Caliphate
The era of the four rightly-guided caliphs: Abu Bakr, Umar, Uthman, and Ali. The golden age of Islamic governance.
The Battle of Badr
The first major battle in Islamic history: 313 Muslims against 1,000 Quraysh, and how divine aid secured victory.
The Battle of Uhud
The second major battle: the reversal of fortune, the wounding of the Prophet, and the lessons for the ummah.