Loading...
Loading...
تأسيس الجامع الأزهر في القاهرة الفاطمية
# Masjid-Universitas Al-Azhar Didirikan di Kairo
Masjid-universitas Al-Azhar di Kairo — hari ini pusat pembelajaran Islam Sunni yang paling bergengsi di dunia — memiliki kisah pendirian yang lebih kompleks dan penuh ketegangan teologis daripada yang mungkin disarankan oleh statusnya saat ini. Al-Azhar dibangun oleh dinasti Fatimiyah pada 361 H / 972 M sebagai pusat pengajaran dan kegiatan misionaris Syiah Ismaili. Transformasinya menjadi institusi Sunni adalah karya Salah al-Din (Saladin), yang menggulingkan Fatimiyah pada 567 H.
Dinasti Fatimiyah adalah dinasti Syiah Ismaili yang telah mendirikan kekhalifahan saingan bagi Abbasiyah di Afrika Utara pada 297 H. Posisi teologis mereka menempatkan mereka dengan tegas di luar batas-batas Ahl us-Sunnah wal-Jama'ah. Pada 358 H, jenderal Fatimiyah menaklukkan Mesir dan mendirikan ibu kota baru — al-Qahira (Kairo). Tahun berikutnya, pembangunan dimulai pada masjid al-Azhar — dinamai setelah Fatimah al-Zahra — yang dimaksudkan sebagai pusat intelektual dari mana pengajaran Syiah Ismaili akan disebarkan.
Salah al-Din ibn Ayyub (Saladin) datang ke Mesir pada 564 H sebagai komandan militer. Ketika khalifah Fatimiyah terakhir meninggal pada 567 H, Salah al-Din tidak menunjuk penggantinya, mengakhiri kekhalifahan Fatimiyah. Ia memulihkan khutbah Jumat untuk menyebut khalifah Abbasiyah di Baghdad, mengakhiri pengajaran teologis Fatimiyah, dan memulai proses transformasi institusi Mesir dari orientasi Syiah ke Sunni.
Di bawah patronase Mamluk setelah dinasti Ayyubid Saladin, Al-Azhar menerima wakaf yang masif. Para Mamluk membiayai jabatan profesor di semua empat mazhab hukum Sunni dan mendukung para ulama yang menghasilkan beberapa karya terpenting dalam fikih Sunni, hadis, dan ilmu Al-Qur'an.
Di era modern, Al-Azhar tetap menjadi institusi pembelajaran Islam Sunni tradisional yang paling bergengsi. Sejarahnya — dari pendirian Fatimiyah Ismaili hingga keunggulan Sunni — menawarkan beberapa pelajaran instruktif. Pertama, institusi Islam dapat benar-benar direformasi. Kedua, niat pendirian suatu institusi tidak menentukan karakter akhirnya. Ironi bahwa salah satu institusi paling dihormati Islam Sunni didirikan oleh lawan-lawan teologisnya adalah salah satu contoh paling mencolok dari bagaimana pemeliharaan Allah bekerja melalui sarana yang tidak terduga.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.