Loading...
Loading...
الخوارزمي وأصول علم الجبر
# Al-Khawarizmi dan Kelahiran Aljabar
Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad di bawah patronase Khalifah al-Makmun sekitar 200 H / 820 M, menghasilkan dua karya yang mengubah sejarah matematika. Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala menetapkan aljabar sebagai disiplin sistematis. Risalahnya tentang angka Hindu mentransmisikan sistem angka desain posisional yang digunakan seluruh dunia modern. Kata "aljabar" dan "algoritma" sendiri merupakan kesaksian linguistik atas kontribusinya.
Teks aljabar dipersembahkan untuk Khalifah al-Makmun. Al-Khawarizmi membuka dengan menggambarkan motivasi praktis untuk menulisnya: ia ingin memberikan pendekatan sistematis untuk kalkulasi yang berguna dalam perdagangan, warisan, survei, konstruksi, dan aplikasi sehari-hari lainnya. Al-Khawarizmi secara eksplisit menyebutkan perhitungan warisan Islam sebagai salah satu aplikasi utama yang dirancang karyanya untuk mengatasi. Hukum warisan Islam (faraid), sebagaimana ditentukan dalam Al-Qur'an dengan presisi yang sangat tinggi, melibatkan perhitungan kompleks dengan pecahan dan bagian-bagian yang bersaing.
Kontribusi matematika kedua al-Khawarizmi yang agung adalah risalahnya tentang angka Hindu — sistem angka desain posisional yang dikembangkan di India, yang mencakup konsep nol sebagai placeholder. Sistem ini ditransmisikan ke Eropa terutama melalui terjemahan Latin dari karya al-Khawarizmi. Kata "algoritma" adalah Latinisasi dari "al-Khawarizmi" — namanya menjadi istilah untuk prosedur komputasi langkah demi langkah.
Warisan al-Khawarizmi dalam sejarah intelektual manusia sulit untuk dilebih-lebihkan. Aljabar, dalam bentuk modernnya, berasal dari kerangka sistematis yang ia tetapkan. Sistem bilangan yang digunakan seluruh dunia modern ditransmisikan melalui karyanya. Konsep algoritma — kini mendasar bagi ilmu komputer — menyandang namanya. Al-Khawarizmi mewakili cita-cita keilmuan Islam tentang pengetahuan dalam pelayanan kebutuhan praktis.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.