Loading...
Loading...
المأمون وحركة الترجمة في العالم الإسلامي
# Al-Makmun dan Gerakan Penerjemahan
Khalifah al-Makmun (198–218 H / 813–833 M) adalah salah satu penguasa paling berpengaruh secara intelektual dalam sejarah Islam — dan juga salah satu yang paling kontroversial secara teologis. Masa pemerintahannya menyaksikan puncak gerakan penerjemahan, kemajuan luar biasa dalam matematika dan astronomi, serta mekarnya penyelidikan rasional dalam dunia Islam. Namun juga merupakan masa di mana Mihnah dilepaskan — inkuisisi yang dipaksakan negara.
Jalan al-Makmun menuju kekuasaan dipenuhi konflik saudara kandung. Putra-putra Harun al-Rasyid — al-Amin dan al-Mamun — berperang setelah kematian ayah mereka pada 193 H. Al-Amin terbunuh pada 198 H, meninggalkan al-Makmun sebagai satu-satunya khalifah. Tahun-tahunnya di Khorasan telah mengeksposnya secara mendalam pada budaya intelektual Persia dan gerakan teologi Mu'tazilah.
Komitmen al-Makmun terhadap ilmu pengetahuan tulus dan murah hati. Ia memimpin transformasi Bayt al-Hikmah menjadi institusi penelitian dan penerjemahan terkemuka di dunia. Cakupan penerjemahan di bawah al-Makmun sangat komprehensif: karya-karya Aristoteles, Plato, Hippocrates, Galen, Euclid, Ptolemy, dan teks-teks matematika India. Al-Khawarizmi mengembangkan aljabar selama periode ini.
Pelukan al-Makmun terhadap pembelajaran Yunani melampaui ilmu pengetahuan praktis ke filsafat. Ia menaungi para teolog Mu'tazilah, yang berusaha membangun teologi Islam di atas fondasi filosofis rasional. Pendekatan ini, meskipun secara intelektual canggih, memiliki kelemahan kritis dari perspektif ortodoks: ia mensubordinasikan teks-teks Al-Qur'an dan Sunnah yang jelas pada penilaian rasional manusia.
Bab paling gelap dari masa pemerintahan al-Makmun adalah Mihnah (ujian atau inkuisisi), dimulai pada 218 H. Yakin bahwa doktrin Mu'tazilah tentang kemakhlukan Al-Qur'an adalah benar, al-Makmun memerintahkan para gubernur untuk memanggil ulama dan hakim serta memaksa mereka untuk menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk.
Doktrin ini menyerang jantung teologi Sunni. Ahl us-Sunnah meyakini bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah — atribut ilahi yang kekal, bukan makhluk. Mihnah menyebabkan penderitaan yang sangat besar. Pahlawan kesusahan ini adalah Imam Ahmad ibn Hanbal, yang menanggung penjara dan cambukan daripada mengucapkan kata-kata yang diminta al-Makmun.
Al-Makmun meninggal di Tarsus pada 218 H. Warisannya benar-benar beragam. Gerakan penerjemahan yang ia dukung mengubah peradaban Islam dan akhirnya membentuk pembelajaran Eropa. Namun Mihnah tetap menjadi noda pada ingatannya dalam tradisi Sunni — pengingat bahwa pengejaran ilmu pengetahuan harus berakar pada ketundukan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.