Loading...
Loading...
ابن سينا والقانون في الطب
# Ibn Sina dan Canon of Medicine
Abu Ali al-Husayn ibn Abd Allah ibn Sina, dikenal di Barat Latin sebagai Avicenna, lahir di dekat Bukhara (di Uzbekistan modern) pada 370 H / 980 M. Ia adalah salah satu polimat paling berprestasi dalam sejarah manusia dan dokter serta filsuf terkemuka era Abbasiyah. Al-Qanun fi al-Tibb (Canon of Medicine) miliknya tetap menjadi buku teks medis standar di dunia Islam dan Eropa selama lebih dari enam abad.
Perkembangan intelektual awal Ibn Sina benar-benar luar biasa. Pada usia sepuluh tahun ia telah menghafal Al-Qur'an dan menguasai bahasa Arab sastra. Pada usia tujuh belas tahun, reputasi medisnya sudah cukup untuk dipanggil mengobati penguasa Samanid.
Al-Qanun fi al-Tibb adalah ensiklopedia pengetahuan medis yang sistematis dalam lima buku. Ini mensintesis kebijaksanaan medis Yunani kuno (terutama Hippocrates dan Galen), tradisi medis Persia dan India, serta pengamatan klinis dan penyempurnaan teoritis Ibn Sina sendiri. Canon tetap menjadi buku teks medis utama di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-17 M.
Posisi filosofis Ibn Sina mendapat kritik signifikan dari ulama Sunni. Tahafut al-Falasifa karya al-Ghazali diarahkan terutama pada tradisi filosofis yang diwakili oleh al-Farabi dan Ibn Sina. Al-Ghazali mengidentifikasi tiga posisi yang ia nyatakan sebagai kufr: kekekalanan dunia, pengetahuan Allah hanya tentang universalitas (bukan hal-hal partikular), dan penolakan kebangkitan jasmani. Dari perspektif Athari, kritik al-Ghazali tetap valid: metafisika filosofis spekulatif, ketika mencapai kesimpulan yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah yang diautentikasi, telah melampaui ruang lingkup yang sah.
Penting untuk membedakan antara dua kontribusi utama Ibn Sina. Keilmuan medisnya — Canon of Medicine — adalah pencapaian yang sah dan mengagumkan yang mewakili tradisi Islam dalam menggunakan akal dan pengamatan untuk kesejahteraan manusia. Metafisika filosofisnya adalah masalah yang berbeda. Tradisi Muslim menghormati kejeniusan medis Ibn Sina sambil mempertahankan bahwa metafisika filosofisnya, di mana ia bertentangan dengan sumber-sumber Islam yang jelas, harus ditolak.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.