Loading...
Loading...
مولد ابن تيمية — شيخ الإسلام في عصر المغول
# Ibn Taimiyyah Lahir — Ulama Era Mongol
Syaikhul Islam Taqi al-Din Ahmad ibn Taimiyyah lahir di Harran pada 661 H / 1263 M, hanya lima tahun setelah penghancuran Baghdad oleh Mongol. Hidupnya dan karyanya tidak dapat dipahami terpisah dari bencana yang membayangi kelahirannya dan tantangan mendesak yang dihadapi dunia Islam selama hidupnya.
Ibn Taimiyyah lahir dalam keluarga ulama Hanbali terkemuka. Ketika ia berusia tujuh tahun, keluarganya terpaksa melarikan diri dari Harran di hadapan kemajuan Mongol. Mereka tiba di Damaskus pada 667 H. Pengalaman pengungsian ini meninggalkan kesan mendalam pada Ibn Taimiyyah. Ia tumbuh di kota yang berulang kali terancam oleh pasukan Mongol dan yang telah menyerap pengungsi dalam jumlah besar dari timur.
Di Damaskus, Ibn Taimiyyah menerima pendidikan yang luar biasa. Ia menghafal Al-Qur'an, menguasai hadis, mempelajari tradisi hukum Hanbali pada tingkat tertinggi, dan terlibat secara mendalam dengan teologi dan filsafat. Proyek keilmuannya menjadi, sebagian besar, upaya berkelanjutan untuk mengembalikan pemikiran dan praktik Islam ke metodologi para Salaf.
Orientasi teologis Ibn Taimiyyah adalah Athari — posisi bahwa atribut-atribut Allah harus dipahami sebagaimana muncul dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tanpa ta'wil, tasybiih, atau ta'til. Ia menulis secara ekstensif melawan teologi kalam rasionalis dan teologi filosofis yang dipengaruhi pemikiran Yunani.
Keberanian fisik Ibn Taimiyyah menyamai keberaniannya secara intelektual. Ketika Ilkhanat Mongol melancarkan serangan ke Suriah pada 699 H dan 702 H, ia tidak melarikan diri. Ia mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa wajib untuk memerangi Mongol yang menyerbu Suriah — meskipun mereka secara nominal telah masuk Islam. Pasukan Mamluk, sebagian terinspirasi oleh fatwa-fatwa Ibn Taimiyyah, mengalahkan Mongol di Pertempuran Shaqhab pada 702 H.
Pengaruh Ibn Taimiyyah pada keilmuan Islam berikutnya sangat besar. Metodologinya — kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah yang diautentikasi sebagaimana dipahami oleh para Sahabat dan Salaf — menjadi fondasi gerakan reformis yang dikaitkan dengan Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan membentuk tradisi intelektual Salafi yang lebih luas. Karya-karyanya yang terkumpul, yang memenuhi puluhan volume, tetap menjadi yang paling banyak dikutip dalam keilmuan Sunni kontemporer.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.