Loading...
Loading...
سقوط بغداد على يد المغول — نهاية الخلافة العباسية
# Mongol Menjarah Baghdad — Jatuhnya Kekhalifahan Abbasiyah
Pada Safar 656 H / Februari 1258 M, pasukan Mongol di bawah Hulagu Khan menyelesaikan pengepungan Baghdad dan melancarkan penghancuran dengan skala yang hampir tidak terbayangkan. Kota yang selama lima abad menjadi ibu kota politik dan intelektual dunia Islam hancur menjadi puing-puing. Khalifah al-Musta'sim dieksekusi. Sungai Tigris mengalir merah dengan darah dan hitam dengan tinta manuskrip yang dihancurkan.
Kekaisaran Mongol, yang diciptakan oleh Chinggis Khan pada awal abad ke-13 M, adalah kekaisaran darat kontinu terbesar dalam sejarah. Pada pertengahan abad ke-7 H, Ilkhanat Mongol di bawah Hulagu Khan, cucu Chinggis Khan, telah menaklukkan Persia dan siap menyerang wilayah Islam yang tersisa. Hulagu menikah dengan seorang Kristen Nestorian, dan pasukannya memiliki unsur-unsur Kristen Nestorian yang signifikan.
Penjarahan Baghdad berlangsung sekitar empat puluh hari. Penghancurannya metodis dan total. Mongol bergerak melalui kota secara sistematis, membunuh penduduk, menjarah barang, menghancurkan bangunan, dan membakar apa yang tidak dapat mereka bawa. Masjid-masjid agung diratakan. Perpustakaan-perpustakaan dihancurkan, buku-buku mereka dilempar ke Tigris atau dibakar. Jumlah korban tewas berkisar dari 100.000 hingga 800.000 atau lebih.
Para ulama dan sejarawan Muslim telah lama bergulat dengan dimensi teologis dari bencana Mongol. Jawaban klasik, yang diambil dari preseden Islam, adalah bahwa ujian (fitna) adalah konsekuensi dari dosa-dosa umat — penyimpangan dari jalan kenabian, korupsi para penguasa. Al-Qur'an berulang kali menetapkan prinsip ini: "Apapun kemalangan yang menimpamu, itu adalah hasil perbuatan tanganmu sendiri" (42:30).
Namun peradaban Islam tidak mati. Para ulama yang selamat menyebar ke seluruh dunia Islam — ke Mesir, Suriah, Anatolia, Persia, India, dan Maghrib — membawa pengetahuan mereka dan memperbarui institusi mereka. Bangsa Mongol sendiri, dalam beberapa generasi, mulai masuk Islam. Tradisi yang coba dihancurkan Mongol telah melampaui kekuasaan mereka dan mengubah keturunan mereka. Kemenangan Mamluk di Ayn Jalut pada 658 H menghentikan kemajuan Mongol ke barat dan melestarikan Mesir, Afrika Utara, dan Hijaz dari kehancuran.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.