Loading...
Loading...
تأسيس المدرسة النظامية في بغداد
# Madrasah Nizamiyyah Didirikan — Melembagakan Pendidikan Islam
Pendirian madrasah Nizamiyyah di Baghdad pada 459 H / 1067 M oleh wazir Seljuk Nizam al-Mulk merupakan salah satu perkembangan terpenting dalam sejarah pendidikan Islam. Sistem Nizamiyyah mengubah transmisi pengetahuan Islam dari jaringan informal lingkaran pribadi dan halaqah berbasis masjid menjadi sistem pendidikan tinggi yang terorganisir dan didanai negara.
Nizam al-Mulk adalah salah satu administrator paling cakap dalam sejarah Islam. Ia melayani sebagai wazir kepala kepada Sultan Seljuk Alp Arslan dan Malik Shah selama hampir tiga dekade. Ia adalah Muslim Syafi'i yang taat dengan komitmen pribadi yang mendalam pada ortodoksi Sunni. Proyek besarnya — jaringan madrasah Nizamiyyah — adalah upaya yang disengaja untuk menghasilkan kelas ulama dan administrator Sunni ortodoks yang terdidik.
Nizamiyyah Baghdad, diselesaikan pada 459 H, adalah institusi unggulan dari jaringan. Ini dibangun dengan skala dan kualitas konstruksi yang menjadikannya institusi pendidikan yang paling mengesankan di dunia Islam. Kurikulum Nizamiyyah berpusat pada mazhab hukum Syafi'i — madhab pribadi Nizam al-Mulk — bersama dengan teologi Asy'ari, Al-Qur'an, hadis, dan ilmu linguistik Arab.
Para mahasiswa di Nizamiyyah menerima beasiswa — pembayaran reguler yang menutupi biaya hidup mereka — memungkinkan bahkan mahasiswa dengan kemampuan sederhana untuk mengejar beasiswa tingkat lanjut tanpa kekhawatiran finansial.
Profesor paling terkenal yang pernah mengajar di Nizamiyyah Baghdad adalah Imam Abu Hamid al-Ghazali (450–505 H), yang ditunjuk ke kursinya pada 484 H. Ia mengajar di Nizamiyyah selama empat tahun sebelum krisis spiritualnya yang terkenal, kemudian meninggalkan jabatannya dan meninggalkan Baghdad untuk memulai periode penarikan diri dan pencarian spiritual yang akhirnya menghasilkan Ihya Ulum al-Din.
Model Nizamiyyah sangat memengaruhi perkembangan institusi pendidikan di seluruh dunia Islam. Para sarjana telah mencatat kesamaan struktural antara model Nizamiyyah dan perguruan tinggi Oxford dan Cambridge yang berkembang pada abad ke-12 dan ke-13 M. Lebih langsung, model Nizamiyyah direplikasi di seluruh dunia Islam — di Mesir, Suriah, Maghrib, Anatolia, India, dan Asia Tengah. Nizamiyyah berdiri sebagai salah satu tindakan filantropi institusional Islam terbesar dalam sejarah.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.