Loading...
Loading...
طغرل السلجوقي يدخل بغداد ويُحرر الخليفة
# Toghril Seljuk Memasuki Baghdad — Pemulihan Kekuasaan Sunni
Pada 447 H / 1055 M, Sultan Seljuk Toghril Beg memasuki Baghdad dengan pasukan Turkik yang menang, mengakhiri lebih dari satu abad dominasi Buyid Syiah atas Kekhalifahan Abbasiyah. Khalifah Abbasiyah al-Qa'im, yang telah menanggung kekuasaan politik yang lemah selama beberapa dekade, muncul untuk menerima penakluk Seljuk dengan kelegaan yang sangat besar.
Seljuk adalah dinasti Turkik dari konfederasi Oghuz di padang rumput Asia Tengah. Mereka telah masuk Islam Sunni pada abad ke-10 M dan terbukti bersemangat dalam iman baru mereka. Di bawah kepemimpinan Toghril Beg, mereka menaklukkan Khorasan dari dinasti Ghaznaviyah yang melemah dan kemudian menyapu ke barat melalui Persia dengan kecepatan yang luar biasa.
Toghril memasuki Baghdad pada 447 H dan mempersembahkan dirinya kepada khalifah Abbasiyah al-Qa'im sebagai pembebas. Al-Qa'im memberikan Toghril gelar luar biasa "Sultan" — secara efektif memformalkan pemisahan antara otoritas keagamaan (berdiam pada khalifah) dan otoritas militer dan politik (berdiam pada sultan). Toghril mencium tanah di hadapan khalifah, melakukan bay'ah, dan namanya diucapkan dalam khutbah Jumat.
Para Seljuk bukan sekadar Muslim Sunni nominal — mereka adalah pelindung aktif dan berkomitmen dari keilmuan dan institusi Sunni. Di bawah wazir agung Nizam al-Mulk, negara Seljuk melakukan program pembangunan institusi Islam yang paling ambisius yang pernah ada. Jaringan madrasah Nizamiyyah menjadi model untuk pendidikan Islam yang disponsori negara.
Pembalikan pengaruh Mu'tazilah dan Syiah dalam kebijakan negara resmi sangat dramatis di bawah pemerintahan Seljuk. Masjid-masjid dan madrasah-madrasah kekaisaran bergema dengan ajaran Sunni ortodoks.
Masuknya Seljuk ke Baghdad pada 447 H menandai dimulainya lima abad dominasi politik Turki atas wilayah inti Islam Sunni — sebuah dominasi yang, meskipun ada komplikasi politiknya, terbukti secara luas bermanfaat bagi pelestarian dan perluasan peradaban Islam. Para Seljuk, negara-negara penerus mereka, dan akhirnya Utsmani memberikan kekuatan militer yang memungkinkan Islam Sunni bertahan dari Perang Salib dan bencana Mongol.
For the Prophetic era, see the Seerah timeline.