Loading...
Loading...
عبد الغني النابلسي
Sheikh
Abd al-Ghani ibn Isma'il an-Nabulusi (1050-1143 H / 1641-1731 M) adalah salah satu ulama paling produktif dan serba bisa pada masa Utsmani. Lahir di Damaskus dari keluarga yang berasal dari Nablus, Palestina, ia menjadi salah satu tokoh intelektual terkemuka di wilayah Syam, dengan menguasai ilmu fiqih Islam, hadits, tafsir Al-Qur'an, linguistik Arab, dan pemikiran tasawuf.
An-Nabulusi adalah seorang ahli fiqih Hanafi dan pengikut setia tarekat Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah. Ia sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibn Arabi dan menulis secara luas untuk membela karya-karya Ibn Arabi dari para pengkritiknya. Hasil karyanya sangat banyak — ia mengarang lebih dari tiga ratus karya. Di antara karya-karyanya yang paling penting adalah Idah al-Maqsud fi Wihdat al-Wujud, sebuah pembelaan terhadap konsep wahdat al-wujud milik Ibn Arabi; Nafi' al-Kabir, sebuah syarh atas karya hukum al-Kafuri; dan Dakhirat al-Ma'ad, sebuah syarh atas syair-syair bermuatan spiritual.
Ia juga banyak melakukan perjalanan ke berbagai wilayah dunia Islam dan menulis catatan perjalanan terperinci (sastra rihlah) mengenai pengembaraannya ke Hijaz, Syam, Mesir, dan daerah-daerah lainnya. Catatan perjalanan ini merupakan sumber sejarah yang sangat berharga bagi kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan pada masa Utsmani.
An-Nabulusi wafat di Damaskus pada tahun 1143 H di usia yang sangat lanjut. Ia dikenang sebagai salah satu ulama-sufi paling luar biasa pada era akhir Utsmani, yang keluasan ilmunya dan pembelaannya terhadap tradisi Ibn Arabi menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam sejarah intelektual Syam pada masa Utsmani.
No linked books yet.