Loading...
Loading...
عبد الله بن أبي
Ra's al-Munafiqin (Head of the Hypocrites)
Abdullah ibn Ubayy ibn Salul adalah tokoh paling terkemuka di antara kaum munafik di Madinah dan digambarkan dalam tradisi Islam sebagai Ra's al-Munafiqin (Pemimpin Kaum Munafik). Ia berasal dari suku Khazraj dan hampir saja dinobatkan sebagai raja Madinah ketika Nabi ﷺ tiba beserta kaum Muhajirin, menggagalkan rencana tersebut. Ia secara lahir menyatakan keislaman namun secara batin membenci dan menentang Nabi ﷺ.
Kemunafikannya menimbulkan beberapa krisis besar di komunitas Muslim awal. Pada Perang Uhud (3 H), ia menarik sepertiga pasukan — tiga ratus orang — sebelum pertempuran dimulai, dengan dalih strategi perang yang berbeda, melemahkan barisan kaum Muslimin di saat yang paling kritis. Pada ekspedisi Banu Mustaliq, ia memimpin ucapan yang menghasut yang hampir memecah belah kaum Anshar dan Muhajirin, yang ia kemudian keluarkan dalam kata-kata: "Jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang yang mulia akan mengusir orang yang hina dari sana" — sebuah serangan terhadap Nabi ﷺ yang dikecam langsung oleh Al-Qur'an.
Ia juga terlibat dalam tuduhan keji (haditsul ifk) terhadap Aisyah radhiyallahu 'anha, menyebarkan fitnah itu di kalangan Muslimin selama sebulan penuh hingga Allah menurunkan wahyu yang membebaskan Aisyah (Surah An-Nur 24:11). Ketika Abdullah ibn Ubayy wafat, putranya — yang bernama sama dan seorang Muslim yang tulus — meminta Nabi ﷺ menshalatkannya. Nabi ﷺ, demi menghormati putranya dan dalam rangka menjaga persatuan, menshalatkannya. Kemudian Allah menurunkan Surah At-Taubah (9:84) melarang Nabi ﷺ dari menshalatkan kaum munafik di masa mendatang.
No linked books yet.