Loading...
Loading...
عبد الله بن الزبير
Abdullah ibn az-Zubair al-Asadi (624-692 M) adalah cucu Abu Bakr as-Siddiq dari pihak ibunya, Asma bint Abi Bakr, dan putra dari pejuang ulung Zubayr ibn al-Awwam. Sebagai anak pertama yang lahir dari kalangan Muhajirin di Madinah, kelahirannya memiliki makna simbolis yang besar bagi komunitas Muslim yang baru terbentuk. Nabi memberkatinya saat masih bayi dan menjadi orang pertama yang melakukan tahnik kepadanya.
Abdullah dibesarkan di tengah para sahabat terkemuka dan menonjol berkat keberaniannya, kesalehan yang mendalam, serta ketekunannya dalam beribadah. Ia ikut serta dalam penaklukan Muslim di Afrika Utara saat masih muda dan dikenal memiliki kemahiran dalam berperang. Ia digambarkan begitu khusyuk dalam shalatnya hingga tampak seperti tiang yang tak bergerak, sama sekali tidak menyadari keadaan di sekitarnya. Ia juga dikenal atas ilmunya dalam hadits dan fiqh, yang ia peroleh langsung dari para sahabat terdekat Nabi.
Setelah wafatnya Yazid ibn Muawiyah, Abdullah mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah di Makkah dan diakui oleh sebagian besar wilayah Muslim selama hampir satu dekade. Kekuasaannya berakhir ketika pasukan Umayyah di bawah pimpinan al-Hajjaj ibn Yusuf mengepung Makkah. Abdullah bertempur dengan keberanian luar biasa dalam pertempuran terakhirnya meski ditinggalkan oleh sebagian besar pendukungnya. Sebelum serangan terakhir, ia meminta nasihat dari ibunya yang sudah lanjut usia, Asma, yang berpesan agar ia memilih kematian yang mulia daripada menyerah dengan hina. Ia gugur pada tahun 73 H (692 M) saat mempertahankan kawasan suci Makkah.
No linked books yet.