Loading...
Loading...
عبد الله بن فودي
Sheikh
Abdullah ibn Muhammad ibn Uthman, yang dikenal sebagai Abdullah ibn Fudi (1180-1245 H / 1766-1829 M), adalah seorang ulama Islam terkemuka dari Afrika Barat, sekaligus penyair, teolog, dan panglima militer — adik kandung dari Uthman dan Fodio. Ia memainkan peran sentral baik dalam fondasi intelektual maupun dimensi administratif Jihad Sokoto dan kekhalifahan yang lahir darinya.
Abdullah belajar di bawah bimbingan ayahnya dan kakak sulungnya, Uthman dan Fodio, yang merupakan guru utama sekaligus pembimbing intelektualnya. Ia menguasai bahasa Arab, fikih Islam, teologi, dan ilmu-ilmu sastra. Ia menjadi salah satu ulama paling produktif dalam gerakan Sokoto, mengarang karya-karya dalam bahasa Arab maupun Fulfulde.
Karya-karyanya yang paling penting antara lain Diya' al-Hukkam (Cahaya Para Penguasa), sebuah panduan tentang tata pemerintahan Islam; Diya' al-Wilayat (Cahaya Kepemimpinan Wilayah); Tazyin al-Waraqat (Perhiasan Halaman-Halaman), sebuah puisi otobiografi sekaligus catatan sejarah gerakan jihad; serta berbagai risalah lainnya tentang teologi, fikih, dan etika. Ia menjabat sebagai Emir Gwandu, salah satu emirat utama dalam Kesultanan Sokoto, dan memerintah wilayah yang luas di kawasan yang kini menjadi bagian barat laut Nigeria dan daerah-daerah sekitarnya.
Abdullah ibn Fudi juga merupakan penyair besar yang menulis qasidah-qasidah Arab dengan mutu sastra yang tinggi, di samping karya-karya ilmiahnya dalam bentuk prosa. Ia pun menulis dalam bahasa Fulfulde untuk menjangkau kalangan Muslim biasa di wilayah tersebut. Tulisan-tulisannya merupakan catatan yang tak ternilai mengenai fondasi intelektual dan teologis gerakan pembaruan Sokoto. Hubungannya dengan saudaranya, Uthman, mencerminkan sifat kolaboratif dari proyek intelektual dan politik Sokoto. Ia wafat pada tahun 1829, setelah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi pembentukan maupun tradisi keilmuan Islam di Kesultanan Sokoto.
No linked books yet.