Loading...
Loading...
عبد الله بن مسعود
Abdullah ibn Masud (594-653 M) adalah salah satu orang yang paling awal masuk Islam dan salah satu otoritas tertinggi dalam bidang Al-Qur'an di antara para sahabat. Seorang penggembala muda dari suku Hudhail, ia termasuk dalam enam orang pertama yang memeluk Islam. Nabi secara khusus memerintahkan kaum muslimin untuk mempelajari Al-Qur'an dari empat orang, dengan menempatkan Abdullah ibn Masud di urutan pertama. Bacaannya begitu dicintai oleh Nabi hingga suatu ketika Muhammad memintanya membacakan Al-Qur'an kepadanya, dan Nabi menangis saat mendengar bacaan Surah an-Nisa darinya.
Abdullah ibn Masud selalu setia mendampingi Nabi, membawakan sandal, bantal, dan miswak beliau. Ia dipercaya mendengar percakapan pribadi Nabi dan memiliki akses ke rumah tangga beliau yang jarang dinikmati orang lain. Nabi bersabda bahwa kedua betisnya yang kurus akan lebih berat dari Gunung Uhud pada Hari Kiamat. Meskipun bertubuh kecil, Abdullah tidak mengenal rasa takut: ia adalah orang pertama yang membacakan Al-Qur'an dengan suara lantang di Ka'bah, dan karenanya ia dipukuli oleh kaum Quraisy.
Abdullah ibn Masud ikut serta dalam Perang Badar, Uhud, Khandaq, dan seluruh peperangan besar lainnya. Setelah wafatnya Nabi, ia menjadi salah satu pengajar Al-Qur'an dan hukum Islam yang paling penting, khususnya di Kufah, Irak, di mana ia menjabat sebagai pejabat perbendaharaan pada masa kekhalifahan Umar. Mazhab bacaan Al-Qur'an dan penafsiran hukumnya menjadi fondasi bagi mazhab Hanafi dalam ilmu fiqh. Ia meriwayatkan 848 hadits dan termasuk di antara para perawi yang paling produktif dan terpercaya. Ia wafat di Madinah pada tahun 32 H (653 M).
No linked books yet.