Loading...
Loading...
عبد الله بن رواحة
Abdullah ibn Rawahah al-Ansari (wafat 629 M) adalah seorang sahabat terkemuka Nabi Muhammad dari suku Khazraj di Madinah. Ia termasuk salah satu dari dua belas wakil (naqib) yang dipilih pada Baiat Aqabah Kedua dan merupakan salah satu pendukung Islam paling awal di Madinah. Ia juga termasuk penyair paling berbakat di antara para sahabat, menggunakan syairnya untuk membela Nabi dan Islam dari serangan para penyair Quraisy.
Abdullah dikenal karena keimanannya yang dalam, keberaniannya, dan kefasihannya. Nabi terkadang memintanya untuk melantunkan syair, dan ia menggubah bait-bait yang memuji Nabi serta mengagungkan nilai-nilai Islam. Ia turut serta dalam perang-perang besar Badr, Uhud, dan Khandaq, dan Nabi mengutusnya dalam beberapa misi penting, termasuk sebagai utusan dan pemungut zakat ke pemukiman-pemukiman Yahudi di Khaybar.
Peran Abdullah yang paling terkenal terjadi dalam Perang Mu'tah pada tahun 8 H (629 M), keterlibatan militer besar pertama kaum Muslimin melawan Kekaisaran Byzantium. Nabi menunjuk tiga komandan secara berurutan: Zayd ibn Haritsah, Jafar ibn Abi Thalib, dan Abdullah ibn Rawahah. Ketika Zayd dan Jafar gugur sebagai syahid, Abdullah mengambil alih komando. Ia bertempur dengan keberanian luar biasa, melantunkan syair untuk menguatkan dirinya menghadapi rasa takut akan kematian, dan akhirnya syahid dalam pertempuran itu. Nabi, yang saat itu berada di Madinah, secara mukjizat menggambarkan jalannya pertempuran kepada para sahabat begitu peristiwa itu berlangsung, sambil menangis ketika mengumumkan gugurnya setiap komandan.
No linked books yet.