Loading...
Loading...
عبد الله بن عمر
Abdullah ibn Umar (614-693 M) adalah putra khalifah kedua, Umar ibn al-Khattab, dan salah satu sahabat Nabi Muhammad yang paling dihormati. Ia masuk Islam ketika masih kecil bersama ayahnya, dan pernah berusaha ikut serta dalam Perang Badar pada usia tiga belas tahun, namun Nabi menolaknya karena usianya yang masih muda. Ia pertama kali ikut bertempur dalam Perang Khandaq dan turut serta dalam setiap peperangan setelahnya.
Abdullah ibn Umar adalah sahabat yang paling teliti dalam mengikuti Sunnah Nabi. Ia selalu mencari tempat-tempat yang pernah dijadikan Nabi untuk shalat, menelusuri jalan-jalan yang pernah dilalui Nabi, dan meniru bahkan hal-hal terkecil dari perbuatan Nabi. Hal ini menjadikannya dikenal sebagai pengikut Sunnah yang paling berdedikasi di seluruh umat. Ia meriwayatkan sekitar 2.630 hadits, menjadikannya perawi terbanyak kedua setelah Abu Hurairah. Riwayat-riwayatnya sangat dihargai karena ketepatannya dan terdapat secara luas dalam keenam kitab hadits yang shahih.
Abdullah ibn Umar menolak semua tawaran jabatan politik, termasuk kekhalifahan, karena lebih memilih kehidupan yang diisi dengan keilmuan, ibadah, dan pengajaran. Ia dikenal dengan kedermawanannya yang luar biasa, seringkali memberikan semua yang dimilikinya kepada kaum miskin. Budaknya yang telah dimerdekakan, Nafi, menjadi salah satu muridnya yang paling penting, dan sanad periwayatan "Malik dari Nafi dari Ibn Umar" disebut "Silsilat adh-Dhahab" (rantai emas) oleh para ulama hadits karena keandalannya yang luar biasa. Ia wafat di Makkah pada tahun 73 H (693 M).
No linked books yet.