Loading...
Loading...
عبد الله بن الزبير
Abdullah ibn Zubayr (622-692 M) adalah anak pertama yang lahir di antara para Muhajirin di Madinah setelah Hijrah. Ia adalah putra dari Zubayr ibn al-Awwam dan Asma bint Abi Bakr, sehingga ia merupakan cucu Abu Bakr as-Siddiq dari pihak ibunya. Kelahirannya menjadi sumber kegembiraan besar bagi kaum Muslimin, yang sebelumnya diresahkan oleh desas-desus bahwa orang-orang Yahudi telah menyihir agar tidak ada anak Muslim yang dapat lahir di Madinah. Nabi sendiri melakukan tahnik (mengunyah kurma lalu meletakkannya ke dalam mulut bayi yang baru lahir) untuk Abdullah.
Abdullah tumbuh menjadi seorang yang luar biasa dalam keberanian, kesalehan, dan ketekunan dalam ibadah. Ia dikenal karena shalatnya yang panjang dan puasanya yang sering, dan diriwayatkan bahwa ketika ia berdiri dalam shalat, ia begitu diam sehingga burung-burung hinggap di atasnya mengira ia adalah sebuah tiang. Ia turut serta dalam penaklukan Afrika Utara dan bertempur dengan gagah berani dalam berbagai ekspedisi. Setelah wafatnya Yazid ibn Muawiyah pada 683 M, Abdullah mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah di Makkah, dan kekuasaannya diakui di sebagian besar dunia Islam, termasuk Hijaz, Mesir, Iraq, dan sebagian wilayah Syam.
Kekhalifahan Abdullah berlangsung hampir sembilan tahun hingga panglima Umayyah al-Hajjaj ibn Yusuf mengepung Makkah pada tahun 73 H (692 M). Selama pengepungan itu, Ka'bah mengalami kerusakan akibat tembakan manjaniq. Abdullah bertempur dengan keberanian yang luar biasa hingga saat-saat terakhir dan gugur dalam pertempuran tersebut. Ibundanya, Asma, yang kala itu hampir berusia seratus tahun, mendorongnya untuk mati dengan terhormat daripada menyerah. Akhir hidupnya yang tragis merupakan salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah Islam awal.
No linked books yet.