Loading...
Loading...
عويمر بن زيد الأنصاري
Abu al-Darda Uwaymir ibn Zayd al-Ansari (died ca. 32 AH / 652 M) adalah seorang yang terpandang Sahabat dari Nabi ﷺ, one dari greatest Al-Al-Qur'anic para ulama among Ansar dan hakim dari Damaskus. Ia memeluk Islam ke Islam relatively late — reportedly setelah most dari Ansar memiliki embraced faith — but compensated dengan extraordinary dedication. Ia adalah counted among six atau seven para Sahabat yang adalah dianggap foremost reciters dan gurus dari Al-Al-Qur' selama Nabi ﷺ's lifetime.
Ia adalah paired dengan Salman al-Farisi as brothers di Islamic bond dari brotherhood (mu'akhat) established oleh Nabi ﷺ di Madinah. Salman famously visited Abu al-Darda di home dan found yang he telah menjadi neglecting istrinya dan family di excessive devotion. Salman said: "Your Lord memiliki right over you, your soul memiliki right over you, dan your family memiliki right over you — give each their due." When Abu al-Darda reported this ke Nabi ﷺ, Nabi ﷺ confirmed: "Salman adalah right."
Ia menetap di Damaskus setelah conquest dari Suriah dan served as primary Al-Al-Qur' guru dan hakim there under Muawiyah ibn Abi Sufyan's governorship. Ia mengajar hundreds dari murids di Damaskus dan reportedly memiliki seventy learning circles under his supervision. His wife Umm al-Darda al-Sughra became one dari terkemuka female para ulama dari Suriah di next generasi.
He meriwayatkan many hadith including widely quoted sayings sekitar ilmu pengetahuan, hikmah, dan afterlife. His statement "Seek ilmu pengetahuan sebelum it adalah taken away" became one dari most frequently quoted Sahabat sayings pada learning. He wafat di Damaskus sekitar 32 AH, leaving behind ulamaly warisan yang shaped religious life dari Suriah untuk generasis.
No linked books yet.