Loading...
Loading...
أبو الطفيل عامر بن واثلة الليثي
Abu al-Tufayl Amir ibn Wathila al-Laythi adalah salah satu tokoh paling luar biasa dalam sejarah Islam karena menurut mayoritas ulama hadis, beliau adalah sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang terakhir meninggal dunia. Kematiannya menandai berakhirnya generasi pertama kaum Muslimin — generasi yang telah melihat Nabi dengan mata kepala sendiri dan mendengar langsung kata-katanya.
Beliau lahir pada tahun Hijriah (1 H/622 M) dan dibesarkan dalam lingkungan Islam awal di Mekah dan Madinah. Beliau melihat Nabi Muhammad ﷺ secara pribadi dan termasuk dalam golongan sahabat (shahabah) berkat pertemuan langsung ini.
Abu al-Tufayl menjalani rentang sejarah Islam yang luar biasa panjang. Beliau lahir saat Nabi masih hidup, menyaksikan para khalifah awal, menjalani masa perang saudara (fitnah) abad pertama Islam, dan meninggal pada era awal para penguasa Umayyah — rentang hidup sekitar 110 tahun yang mencakup hampir seluruh periode formatif Islam.
Sumber-sumber menunjukkan beliau memiliki kedekatan dengan Ali ibn Abi Thalib. Beliau disebutkan dalam kaitannya dengan periwayatan hadis terkenal tentang Ghadir Khumm. Namun statusnya sebagai sahabat diterima oleh ulama hadis Sunni. Beliau wafat sekitar tahun 110 H, dan dengan wafatnya, era penyaksian langsung terhadap Nabi pun berakhir.
Signifikansi historis Abu al-Tufayl sebagai sahabat terakhir yang meninggal dunia hampir tidak dapat dilebih-lebihkan. Dengan wafatnya, selesailah era pengetahuan langsung tentang Nabi ﷺ. Dorongan untuk mengompilasi hadis yang begitu kuat pada masa Umar ibn Abd al-Aziz sebagian besar berasal dari kesadaran bahwa generasi yang pernah melihat Nabi sedang sekarat dan bahwa pengetahuan mereka harus diamankan sebelum hilang selamanya. Abu al-Tufayl mewujudkan transisi bersejarah ini dengan cara yang paling nyata: selama hidupnya dia menjembatani zaman kenabian dan abad Islam yang sudah berkembang penuh. Ketika beliau meninggal, hubungan langsung itu putus selamanya.
No linked books yet.