Loading...
Loading...
أبو بكر الصديق
Abu Bakr as-Siddiq (573-634 M), yang lahir dengan nama Abdullah ibn Abi Quhafah, adalah sahabat terdekat Nabi Muhammad, laki-laki dewasa pertama yang masuk Islam, dan yang pertama dari empat Khulafaur Rasyidin. Seorang pedagang kaya Mekah dari klan Taym suku Quraysh, Abu Bakr dikenal dengan karakternya yang lembut, pengetahuannya yang mendalam tentang silsilah Arab, dan kejujurannya yang teguh. Ia mendapat gelar as-Siddiq (yang Membenarkan) karena langsung mempercayai penuturan Nabi tentang perjalanan malam dan kenaikan (Isra dan Miraj).
Abu Bakr menginfakkan hartanya untuk membebaskan budak-budak Muslim dari para penyiksa mereka, termasuk Bilal ibn Rabah. Ia menemani Nabi dalam Hijrah (perpindahan) ke Madinah, bersembunyi bersama beliau di Gua Thawr, suatu peristiwa yang disebutkan dalam Al-Quran: "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita" (9:40). Sepanjang kehidupan Nabi, Abu Bakr adalah penasihat dan pendukung yang paling dipercaya, dan Nabi menunjuknya untuk mengimami shalat pada saat sakit terakhirnya.
Sebagai khalifah (632-634 M), Abu Bakr menghadapi krisis perang Ridda (kemurtadan), ketika banyak suku Arab meninggalkan Islam setelah wafatnya Nabi. Ia dengan tegas menyatukan kembali umat Muslim dan memprakarsai pengumpulan Al-Quran ke dalam satu mushaf. Ia juga melancarkan kampanye militer awal ke wilayah Kekaisaran Byzantium dan Sasania. Abu Bakr memerintah selama lebih dari dua tahun sebelum wafatnya, dan kekhalifahannya menetapkan preseden bagi tata kelola Islam yang berlandaskan musyawarah (shura) dan kepatuhan terhadap Al-Quran dan Sunnah.
No linked books yet.