Loading...
Loading...
أبو ذر الغفاري
Abu Dharr al-Ghifari (wafat 652 M), lahir dengan nama Jundub ibn Junadah, adalah salah satu orang yang paling awal masuk Islam, menerima iman ini ketika Nabi masih berada di awal periode Makkah. Ia melakukan perjalanan dari kampung halamannya di kalangan Banu Ghifar, sebuah suku yang dikenal karena perampokan di jalanan, menuju Makkah khusus untuk menyelidiki dakwah Nabi, dan ia langsung memeluk Islam.
Nabi menggambarkan Abu Dharr sebagai orang yang paling jujur dalam ucapan, dan menyamakan ketaatannya yang menyendiri dengan ketaatan Nabi Isa. Abu Dharr dikenal karena kezuhudannya yang luar biasa dan komitmennya yang teguh terhadap keadilan sosial. Ia menolak untuk menumpuk harta melebihi kebutuhannya yang mendasar dan berterus terang dalam keyakinannya bahwa kelebihan harta harus dibagikan kepada orang-orang miskin.
Pada masa khilafah Utsman, kritik Abu Dharr yang lantang terhadap penumpukan kekayaan menimbulkan ketegangan, dan ia akhirnya mengasingkan diri ke daerah terpencil ar-Rabadhah dekat Madinah, tempat ia tinggal dalam pengasingan sukarela hingga wafatnya. Nabi telah meramalkan bahwa ia akan hidup sendirian, meninggal sendirian, dan dibangkitkan sendirian. Ketika ia wafat, sebuah kafilah yang sedang melintas menemukan jasadnya dan melaksanakan shalat jenazah untuknya, memenuhi nubuat tersebut. Kehidupannya mencerminkan cita-cita Islam dalam menyuarakan kebenaran kepada penguasa dan memilih kesederhanaan di atas kenyamanan duniawi.
No linked books yet.