Loading...
Loading...
أبو هريرة
Abu Hurairah (603-681 M), yang nama aslinya adalah Abdurrahman ibn Sakhr ad-Dawsi, adalah perawi hadis paling produktif di antara para sahabat, meriwayatkan lebih dari 5.300 hadis yang tersimpan dalam kitab-kitab koleksi utama. Ia masuk Islam pada tahun 7 H (628 M) ketika suku Daws dari Yaman datang ke Madinah, dan sejak saat itu ia mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk menemani Nabi dan menghafal sabda-sabda beliau. Julukannya Abu Hurairah (Bapak Anak Kucing) berasal dari kegemarannya terhadap seekor kucing kecil yang sering ia bawa.
Abu Hurairah menghabiskan sekitar tiga tahun dalam persahabatan yang tak terputus dengan Nabi, tinggal di Suffah (serambi yang ditinggikan di Masjid Nabawi) bersama para sahabat yang fakir dan mendedikasikan hidup mereka untuk menuntut ilmu. Ia sendiri menjelaskan bahwa sementara sahabat-sahabat lain sibuk berdagang dan bertani, ia selalu tinggal bersama Nabi untuk menghafal ajaran-ajaran beliau. Nabi pernah menghamparkan sorbannya dan berdoa untuk kekuatan hafalan Abu Hurairah, dan setelah itu ia tidak pernah lupa apa pun yang ia dengar. Kemampuan hafalan yang luar biasa ini menjadikannya sumber tradisi kenabian yang paling penting.
Setelah wafatnya Nabi, Abu Hurairah menjabat sebagai gubernur Bahrain pada masa kekhalifahan Umar, kemudian menetap di Madinah, di mana ia menjadi salah satu guru hadis yang paling banyak dicari. Para ulama besar dari kalangan Tabiin, termasuk Said ibn al-Musayyib dan Muhammad ibn Sirin, belajar di bawah bimbingannya. Meskipun beberapa kritikus di kemudian hari mempertanyakan jumlah riwayatnya yang sangat banyak, para ulama hadis secara bulat menerima kejujuran dan keandalan periwayatannya. Ia wafat di Madinah sekitar tahun 59 H (681 M).
No linked books yet.