Loading...
Loading...
أبو عبيدة بن الجراح
Abu Ubaidah ibn al-Jarrah (583-639 M), yang lahir dengan nama Amir ibn Abdullah ibn al-Jarrah, adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surga dan menyandang gelar mulia 'Amin al-Ummah' (Kepercayaan Umat Islam), yang diberikan langsung oleh Nabi Muhammad. Sebagai anggota klan Banu al-Harith ibn Fihr dari suku Quraysh, ia termasuk di antara orang-orang yang paling awal memeluk Islam dan dikenal karena ketulusannya, kerendahan hatinya, dan sifatnya yang tidak mementingkan diri sendiri.
Abu Ubaidah ikut serta dalam semua peperangan besar bersama Nabi. Pada Perang Badr, ia berhadapan dengan ayahnya sendiri yang bertempur di pihak Quraysh, dan dalam perjalanan pertempuran itu, ia terpaksa melawan dan membunuh ayahnya. Peristiwa yang menyakitkan ini dirujuk dalam Al-Quran (58:22) mengenai mereka yang mendahulukan iman di atas ikatan keluarga. Pada Perang Uhud, Abu Ubaidah mencabut cincin-cincin helm Nabi yang telah menancap di pipinya, hingga dua gigi depannya sendiri tanggal dalam proses tersebut.
Pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab, Abu Ubaidah diangkat sebagai panglima tertinggi pasukan Muslim di Syam, di mana ia memimpin penaklukan Damaskus dan kota-kota besar lainnya. Umar sangat menghormatinya hingga pernah menyatakan bahwa ia akan mengangkat Abu Ubaidah sebagai penggantinya seandainya ia masih hidup. Abu Ubaidah wafat saat wabah Amwas pada tahun 18 H (639 M) di Lembah Yordan, bersama banyak sahabat terkemuka lainnya.
No linked books yet.