Loading...
Loading...
الدردير
Ahmad ibn Muhammad ibn Ahmad ad-Dardir (1715–1786 M / 1127–1201 H) adalah seorang ahli fikih Maliki, teolog, dan sufi terkemuka yang menjadi ulama Maliki paling berpengaruh di Mesir pada masanya. Lahir di desa Bani Adi di Mesir Hulu, ia menimba ilmu di al-Azhar di Kairo dan kemudian menjadi salah satu profesor paling terkemuka di sana.
Karya terpenting ad-Dardir adalah ash-Sharh al-Kabir (Syarah Besar), sebuah penjelasan komprehensif atas Mukhtasar Khalil, teks pokok dalam fikih Maliki. Syarah ini menjadi salah satu rujukan paling otoritatif dalam mazhab Maliki, terutama ketika disandingkan dengan catatan pinggir (hasyiyah) karya muridnya, ad-Dusuqi. Ia juga menulis ash-Sharh as-Saghir (Syarah Kecil) atas ringkasannya sendiri yang berjudul Aqrab al-Masalik li-Madhhab al-Imam Malik, yang kemudian menjadi teks pengajaran yang populer. Dalam bidang teologi, al-Kharidah al-Bahiyyah karyanya merupakan sebuah qasidah yang dihafalkan secara luas mengenai akidah Asy'ariyah.
Ad-Dardir juga merupakan seorang syaikh sufi dalam tarekat Khalwatiyah, yang memadukan kedalaman keilmuan dengan amalan spiritual. Ia memainkan peran sosial pada masa-masa gejolak politik di Mesir, menggunakan pengaruhnya untuk membela rakyat jelata. Karya-karyanya meletakkan kerangka standar bagi kajian hukum Maliki yang hingga kini masih diikuti di Afrika Utara dan Afrika Barat. Ia wafat di Kairo, dan warisan intelektualnya tidak dapat dipisahkan dari studi fikih Maliki.