Loading...
Loading...
الدسوقي
Muhammad ibn Ahmad ibn Arafah ad-Dusuqi (1163-1230 H / 1750-1815 M) adalah seorang ulama Maliki terkemuka dan salah satu ahli fiqih paling penting yang dihasilkan oleh al-Azhar di Kairo. Lahir di desa Dusuq di Delta Mesir — dari situlah nisbahnya diambil — ia berasal dari keluarga ilmiah dan pergi ke Kairo untuk belajar di al-Azhar, di mana ia menjadi salah satu otoritas utama mazhab Maliki di Mesir.
Ad-Dusuqi belajar kepada banyak ulama di al-Azhar, namun hubungan yang paling membentuk dan menentukan dirinya adalah dengan gurunya Ahmad ibn Muhammad ad-Dardir (w. 1201 H / 1786 M), otoritas Maliki terdepan pada generasinya di Mesir. Di bawah bimbingan ad-Dardir, ad-Dusuqi menguasai fiqih Maliki sekaligus teologi Asy'ari, dan melalui pengkajian mendalam terhadap karya-karya gurunya itulah ia memberikan sumbangsih paling abadi bagi keilmuan Islam.
Karya ad-Dusuqi yang paling masyhur adalah Hasyiyat ad-Dusuqi ala asy-Syarh al-Kabir (Catatan Pinggir ad-Dusuqi atas Syarh al-Kabir). Gurunya ad-Dardir telah menulis dua syarah atas Mukhtasar Khalil — yang lebih ringkas yaitu Syarh as-Saghir, dan yang lebih lengkap yaitu asy-Syarh al-Kabir — dan ad-Dusuqi menulis hasyiyahnya yang terperinci atas karya yang kedua. Hasyiyah ini menjadi begitu menyatu dengan kajian fiqih Maliki sehingga tidak dapat dipisahkan dari Syarh al-Kabir; dalam edisi-edisi yang diterbitkan, ketiga lapisan tersebut tampil bersama: teks asli Khalil (matn), syarah panjang ad-Dardir (syarh), dan catatan analitis ad-Dusuqi (hasyiyah).
Hasyiyah ini menambahkan penjelasan-penjelasan, menyelaraskan pendapat-pendapat yang tampak saling bertentangan dalam mazhab, mengidentifikasi pendapat-pendapat yang mu'tamad, membahas titik-titik yang sulit dalam syarah asli, serta melakukan analisis komparatif dengan mazhab-mazhab hukum lainnya. Karya ini memperlihatkan penguasaan ad-Dusuqi yang mendalam terhadap seluruh tradisi Maliki di semua teks dan ulama utamanya.
Ia juga menulis hasyiyah atas karya ad-Dardir al-Kharidah al-Bahiyyah dalam bidang teologi Asy'ari. Di dunia Maliki, Hasyiyah ad-Dusuqi termasuk rujukan otoritatif terakhir dalam menentukan pendapat-pendapat yang mu'tamad dalam mazhab. Karya ini terus dikaji secara luas di al-Azhar dan di seluruh dunia keilmuan Maliki di Afrika Utara, Afrika Barat, dan Sudan. Ia wafat di Kairo pada tahun 1230 H (1815 M).