Loading...
Loading...
أحمد بمبا
Sheikh
Ahmad ibn Muhammad ibn Habibullah Mbacke, yang dikenal sebagai Serigne Touba atau Ahmad Bamba (1270-1346 H / 1853-1927 M), adalah seorang ulama Islam asal Senegal, guru sufi, dan pendiri tarekat Muridiyyah. Lahir di Mbacke, Senegal, dalam keluarga cendekiawan dari suku Wolof, ia mendedikasikan dirinya sejak usia muda untuk menuntut ilmu, beribadah, dan menjalani kehidupan rohani.
Ahmad Bamba belajar di bawah bimbingan ayahnya dan ulama-ulama lain di kawasan tersebut, menguasai fikih Islam, hadits, dan ajaran-ajaran tasawuf. Ia berakar kuat dalam tradisi Qadiriyyah sebelum akhirnya mendirikan jalannya sendiri yang menekankan kerja, ibadah, dan kecintaan kepada Nabi ﷺ. Ia menarik semakin banyak murid yang tertarik pada karisma spiritualnya serta sikapnya yang damai terhadap penjajahan Prancis.
Pihak kolonial Prancis, yang khawatir dengan pengaruhnya yang terus berkembang, mengirimnya ke pengasingan dua kali — pertama ke Gabon (1895-1902) dan kemudian ke Mauritania (1903-1907). Masa-masa pengasingannya justru semakin meningkatkan reputasi spiritualnya di kalangan para pengikutnya, yang memandang ujian yang ia hadapi sebagai tanda kedekatannya dengan Allah. Selama di pengasingan, ia menghabiskan waktunya untuk shalat, dzikir, dan menulis syair-syair berbahasa Arab yang memuji Nabi ﷺ.
Ahmad Bamba mengarang lebih dari 7.000 bait syair berbahasa Arab yang terhimpun dalam Diwan-nya. Syair-syairnya berpusat pada kecintaan kepada Nabi ﷺ, sifat-sifat Allah, dan jalan spiritual. Tarekat Muridiyyah yang ia dirikan tetap menjadi salah satu komunitas keagamaan terbesar dan paling solid di Afrika Barat, berpusat di kota suci Touba di Senegal yang ia bangun. Ia wafat pada tahun 1927 dan dimakamkan di Touba, yang menjadi tuan rumah salah satu perkumpulan Muslim tahunan terbesar di benua Afrika.
No linked books yet.