Loading...
Loading...
الأخضري
Abu Zaid Abdurrahman ibn Muhammad al-Akhdari (918-983 H / 1512-1575 M) adalah seorang ulama Maliki asal Aljazair dari kota oasis Biskra di bagian timur Aljazair. Meski hidupnya relatif singkat, ia menghasilkan karya-karya yang menjadi bagian inti pendidikan agama di seluruh Maghreb dan masih digunakan dalam kurikulum tradisional hingga hari ini.
Al-Akhdari paling dikenal melalui dua karyanya. Pertama adalah al-Jawhar al-Maknun fi as-Salasah al-Funun (Permata Tersembunyi dalam Tiga Seni), sebuah syair didaktik tentang retorika (balaghah) yang mencakup tiga disiplin: al-bayan (kejelasan), al-ma'ani (makna), dan al-badi' (keindahan). Syair ini menjadi teks pengantar standar tentang retorika Arab dalam tradisi pendidikan Maghrebi, dengan banyak syarh yang ditulis atasnya.
Karya keduanya yang terkenal adalah as-Sullam al-Murawnaq fi Ilm al-Mantiq (Tangga Berhias dalam Ilmu Logika), sebuah syair didaktik ringkas tentang logika Aristotelian sebagaimana diadaptasi dalam tradisi keilmuan Islam. Syair ini menjadi teks logika pengantar standar di seluruh Maghreb dan banyak bagian dunia Muslim lainnya, dan syarh-syarh atasnya masih terus ditulis dan diajarkan hingga kini.
Al-Akhdari juga menulis tentang fikih Maliki dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Karya-karyanya menunjukkan penguasaan mendalam atas ilmu-ilmu Islam maupun disiplin rasional (mantiq dan balaghah). Ia wafat di Biskra sekitar tahun 983 H. Warisan abadinya adalah terus digunakannya kedua syair didaktik tersebut di lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional di seluruh Afrika Utara dan sekitarnya.
No linked books yet.