Loading...
Loading...
الألباني
Sheikh
Muhammad Nasir ad-Din ibn Nuh Najati al-Albani (1914–1999 M / 1332–1420 H) adalah salah satu ulama hadits paling berpengaruh di era modern. Beliau lahir di Shkodra, Albania, dan keluarganya berhijrah ke Damaskus ketika ia masih kecil. Ia mempelajari keahlian membuat jam dari ayahnya, dan sebagian besar ilmu-ilmu keislamannya dipelajari secara otodidak. Beliau menghabiskan bertahun-tahun menelaah manuskrip-manuskrip hadits di Perpustakaan Zahiriyyah, Damaskus, tempat ia mengembangkan keahliannya yang luar biasa dalam bidang otentikasi hadits.
Karya ilmiah al-Albani sangat besar dan memberikan pengaruh yang mendalam. Karya-karya terpentingnya mencakup Silsilat al-Ahadith as-Sahihah (Rangkaian Hadits Shahih) dan Silsilat al-Ahadith ad-Da'ifah (Rangkaian Hadits Dha'if), yang bersama-sama memuat ribuan hadits beserta penelitian otentikasi yang terperinci. Beliau juga menyusun edisi-edisi tersaring dari kitab-kitab hadits utama: Shahih dan Dha'if Sunan Abi Dawud, Shahih dan Dha'if Sunan at-Tirmidzi, Shahih dan Dha'if Sunan an-Nasa'i, Shahih dan Dha'if Sunan Ibnu Majah, serta Shahih al-Jami' as-Shaghir. Karyanya Irwa' al-Ghalil memverifikasi dalil-dalil hadits yang mendasari hukum-hukum fiqih Hanbali, sementara Sifat Shalat an-Nabi menggambarkan tata cara shalat Nabi berdasarkan dalil-dalil yang telah disahihkan.
Al-Albani pernah mengajar di Universitas Islam Madinah, dan kemudian menetap di Amman, Yordania, tempat ia melanjutkan penelitiannya hingga wafat. Pada tahun 1999, beliau dianugerahi Penghargaan Internasional Raja Faishal untuk Kajian Keislaman. Metodologinya dalam menilai hadits berdasarkan sanad, terlepas dari pendapat mazhab fiqih mana pun, menghidupkan kembali ilmu kritik hadits di era modern. Penilaian-penilaian beliau banyak dirujuk oleh para ulama dan penuntut ilmu di seluruh dunia. Beliau dipandang bersama Ibnu Baz dan Ibnu al-'Utsaimin sebagai tiga ulama Sunni paling berpengaruh pada akhir abad ke-20.