Loading...
Loading...
البيضاوي
Nasir ad-Din Abu Said Abdullah al-Baydawi (sekitar 610-685 H / 1213-1286 M) adalah seorang ahli fiqh Syafi'i dan teolog Asy'ari dari kota Bayda di Fars (Persia) yang menulis salah satu kitab tafsir yang paling banyak dikaji di dunia Islam. Beliau pernah menjabat sebagai hakim agung di Shiraz sebelum akhirnya menetap di Tabriz, tempat beliau menghabiskan masa-masa akhir hidupnya.
Karya al-Baydawi yang paling terkenal adalah Anwar at-Tanzil wa-Asrar at-Ta'wil (Cahaya-Cahaya Wahyu dan Rahasia-Rahasia Tafsir), sebuah tafsir yang ringkas namun komprehensif, yang dengan cermat memadukan unsur-unsur terbaik dari kitab-kitab tafsir terdahulu—terutama al-Kashshaf karya al-Zamakhshari (mengambil kedalaman analisis bahasanya sambil meluruskan teologi Mu'tazilahnya) dan Mafatih al-Ghayb karya ar-Razi. Hasilnya adalah sebuah tafsir yang sekaligus kaya secara linguistik dan kokoh secara teologis dari sudut pandang Ahlus Sunnah. Ukurannya yang terjangkau dan pendekatannya yang seimbang menjadikannya teks pengajaran yang paling banyak digunakan di madrasah-madrasah Utsmaniyah dan pasca-Utsmaniyah, di mana kitab ini dikaji bersama puluhan kitab hasyiyah.
Al-Baydawi juga menulis Minhaj al-Wusul ila Ilm al-Usul (tentang ushul fiqh Syafi'i) dan Tawali al-Anwar (tentang ilmu kalam), namun tafsirnyalah yang paling dikenal luas. Beliau wafat di Tabriz sekitar tahun 685 H (1286 M). Anwar at-Tanzil-nya tetap menjadi salah satu kitab tafsir yang paling banyak dicetak dan dikaji di dunia Muslim, khususnya dalam tradisi keilmuan Turki, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.